Kamis, 26 Maret 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 3

Chapter 3 – Sebuah usaha



            Sekarang sudah jam 7 malam, dan seperti biasa aku melakukan hal yang sering ku lakukan yaitu bermain laptop, entah untuk online,mengerjakan tugas,maupun bermain game. Hanya laptop inilah temanku saat aku sendirian dikamar dan aku tetap berpikir “apa yang harus kulakukan untuk tidak di ejek Yaoi oleh teman-teman sekolahku lagi”.

            Pagi-pagi aku sampai ke sekolah seperti biasanya, namun kali ini rasanya berbeda, kalau biasanya Jonny selalu duduk di dekat dinding menuju tangga, sekarang kenapa dia tidak ada, ”apakah dia sakit dan tidak masuk sekolah?”, tapi aku tidak terlalu memikirkan itu, aku langsung saja menuju kelas.

            Suasana kelas tetaplah seperti biasa dan ejekan-ejakan tetap terdengar, lalu aku berpikir “apa yang harus ku lakukan untuk tidak di ejek seperti ini lagi? Mungkinkah aku harus memiliki seorang pacar? Baiklah akan ku lakukan kalau begitu supaya aku tidak dianggap homo lagi desekolah ini”.

            Di jam istirahat, kalau biasanya aku pergi kekantin untuk makan, sekarang aku pergi menuju ruang lapangan basket, karena biasanya jam segini Cheerleaders disekolahku sedang latihan, dan siapa tau saja bisa memiliki pacar salah satu dari mereka. Saat aku sampai di lapangan basket, aku melihat Jonny sedang menyaksikan latihan Cheerleaders, lalu aku langsung saja mendekatinya dan memberi tos “Hei bro!”
 diapun menjawab sapaku “ya,hai juga”
“tumben kau berada disini”
“kau juga tumben berada di lapangan basket saat jam istirahat”
“sedang apa kau disini? Dan kenapa kau tidak ada di depan tadi pagi? Biasanya kau selalu duduk disana”
“mungkin kau tak percaya hal ini, kalau biasanya aku selalu menatap laki-laki tampan di pagi hari..”
“hah? Jadi kau selama ini duduk di depan tiap pagi hanya untuk menatap sejenismu?!”
“iya memang kedengarannya gila, tapi sekarang aku mau berubah, aku ingin punya pacar seorang perempuan!”
“apa? Kau serius??”
“aku tau kau akan ragu-ragu, tapi pernyataanku ini aku ungkapkan langsung dari hatiku”
“ya baguslah kalau begitu, apa yang membuatmu berubah pikiran seperti ini?”
“lihat saja para Cheerleaders itu, saat mereka menari dan menggoyangkan pinggulnya, mereka terlihat sempurna cantik sekali, dan aku jadi kembali tertarik dengan mereka”
“hah? Tertarik apanya? biasa aja ah..”
“ya itu mungkin karena kau memang sudah benar-benar tidak tertarik dengan perempuan lagi”
“eh,jangan beranggapan begitu aku hanya becanda, iya kok aku tau hal itu”
“dan juga kata-katamu kemarin membuatku menyadari akan hal ini,aku telah membuat malu diriku sendiri selama ini” dan tiba-tiba Jonny pun menangis
akupun bertanya “kenapa kau malah menangis?”
“aku menangis menyesali diriku karena telah membuat malu diriku sendiri”
“sudahlah,yang penting kau sudah sadar akan hal ini,aku juga pergi kesini untuk mendapat seorang pacar… o iya,di antara para Cheerleaders ini mana yang kau sukai”
“itu dia yang berada di barisan paling kiri”
“itu? Dia kalau gak salah namanya Naomi Juliani”
“Naomi Juliani?, oh Naomi ya..” dan tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi
akupun berkata pada Jonny “yah udah masuk, gak sempet ngeliat mereka berlatih lebih lama lagi”
“sudahlah, lebih baik kita masuk kelas”
“ya sudah” dan aku bergegas menuju kelas.

            Saat dikelas banyak yang membicarakan tentang murid baru yang akan pindah kesekolah ini, “eh,apa kau dengan kabar?”
“kabar apa?”
“kabarnya sekolah kita ini akan kedatangan murid baru lho.. dia pindahan dari SMA Tanggerang”
“wah,keren juga kalau ada anak baru disekolah ini”
“tapi belum tentu anak barunya laki-laki atau perempuan”
“hmm.. mungkin kalau perempuan akan ku pacari dia dan kalau laki-laki, paling jadi pacarnya si Bio” merekapun tertawa dengan sangat keras
dan aku hanya menarik nafas panjang dan berkata “kapan penderitaan ini akan selesai?”.

            Aku sedang duduk di bangku kantin sambil memikirkan “memang susah mencari seorang pacar di sekolah ini, apalagi sudah seluruh murid disekolah ini yang menganggap aku Yaoi beneran, dan yang paling parah juga aku memang tidak memiliki perasaan apapun pada setiap perempuan di sekolah ini… aku kok kayaknya susah sekali untuk suka sama seorang perempuan di sekolah ini, apa emang benar aku Yaoi ketularan dari Jonny ya? Eh,tapi aku gak boleh gitu, pokoknya tetap harus semangat”
saat memikirkan itu, tiba-tiba Jonny datang dan duduk di dekatku, lalu Jonny berkata padaku “gimana nasibmu sekarang?”
aku menjawab “ya tetap aja gini-gini juga, lalu bagaimana dengamu?”
“kalau aku mungkin sudah mulai berubah, lihat aku sudah memiliki nomor handphone nya Naomi!” Jonny menunjukkan itu padaku dan akupun terkejut lalu bertanya kepada Jonny “bagaimana caranya kau bisa memilikinya?”
Jonny menjawab sambil menjelaskan “jadi gini bro, waktu tadi dia mau keperpustakaan untuk mengembalikan buku berpapasan juga disaat aku ingin keperpustakaan, lalu tanpa sengaja aku menambraknya dan membuat semua buku yang dia pegang jatuh, jelas aku khawatir dan meminta maaf sambil membantu merapihkan bukunya kembali, tapi dia malah nanya ke aku “kamu gak apa-apa? Maaf ya aku tadi gak fokus jalan,jadi malah nabrak orang deh” ternyata dia orangnya baik bro,setelah sama kami ngobrol berdua, akhirnya aku dapat nomornya deh, hebatkan?”
mendengarkan penjelasan dari Jonny, aku hanya berkata “tanggal berapakah hari ini? Sepertinya ini adalah hari Hoki untukmu Jon, beruntung sekali”
dan dia hanya berkata “iyalah bro, seperti katamu kemarin, seseorang jika ingin berusaha pasti ada jalannya, termasuk ini, ya udah aku cabut dulu ya” 
dan aku hanya berpikir “hebat, baru hari pertama udah beruntung sekali orang itu”.

Karena tergoda dengan kata-kata dari Jonny tadi,  disaat jam pulang sekolah akupun bergegas menuju ruang lapangan basket untuk melihat Cheerleaders berlatih, aku duduk di salah satu bangku dan berpikir “wah,gimana ya kalau aku beneran punya pacar seperti mereka? Mungkin ejekkan Yaoi seperti itu sudah tidak ada lagi padaku, dan khususnya untuk orang yang mengejekku kemarin, apakah dia masih akan mengejekku lagi?”, sambil berpikir seperti itu aku pun memperhatikan Cheerleaders sedang berlatih, tapi belum ada yang kusukai “kenapa kayaknya kok aku masih belum tertarik dengan salah satu dari mereka? Kalau Naomi itu udah punya Jonny, masa aku harus menikung temanku sendiri? Tidak-tidak akan ku lakukan, karena teman itu berharga jadi akupun tidak ingin menyakiti perasaannya!”, dan karena bosan, akupun memilih untuk pulang kerumah.


Di perjalanan menuju rumah aku hanya berpikir “ya gak apa-apa mungkin hari ini belum jatahnya tapi semoga aja besok aku bisa dapat yang terbaik”, dan dengan semangatnya akupun langsung lari menuju rumah supaya besok aku tetap bersemangat untuk keluar dari ejekkan-ejekkan teman, “besoklah, akan ku buktikan kepada mereka yang menertawaiku kalau aku ini bisa memiliki pacar seorang perempuan dan akan membuat mereka iri!”.

Chapter 3 Selesai , Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterima
Jika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.

Sabtu, 21 Maret 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 2

Chapter 2 – Menjadi Yaoi


            Keesokkan harinya aku tetap sekolah seperti biasa dan ya, tetap ejekkan-ejekkan yang kemarin tetap saja terdengar, tapi aku santai saja berjalan menuju kelas, lagipula apa untungnya mereka mengejek seperti itu? Akupun tidak ingin berteman dengan mereka yang bermulut kasar seperti itu, lebih baik berteman dengan Jonny walaupun dia Homo tapi dia tidak mengejekku seperti ini, heh.. masa mereka kalah waras dengan seorang Homo.

            Saat aku berjalan menuju kelas, tiba-tiba aku bertemu dengan Jonny dan diapun langsung menyapaku, “Hai Bio! Bagaimana kabarmu?”
akupun menjawab “ya.. lebih baik karena aku memiliki teman sepertimu yang lebih baik ketimbang mereka..”
“terima kasih, Kau memang lelaki yang tampan”
“iih,apaan sih,sudahlah aku ke kelas dulu, duluan ya”
“oke Bio” .

            Di kelas pun tetap aku belajar seperti biasa, hari ini adalah jamnya guru BK untuk memberi konseling tentang masalah cinta, selagi dia bercerita ya aku hanya mendengarkannya, “ibu tau di masa-masa kalian remaja gini pasti udah mengalami suka sama suka, tapi gak apa-apa itu adalah hal yang wajar bukan hal yang canggung lagi”
salah satu temanku pun berkata “iya tuh bu,kayak si Bunga dia katanya suka sama Bastian dari kelas sebelah bu”
temanku yang bernama Bunga pun menjawab “apaan sih,gak jelas benget!”
guru pun kembali melanjutkan cerita “iya gak apa-apa, tapi ibu sarankan untuk jangan berpacaran dulu, karena pemikiran kalian tuh masih labil, masih berubah-rubah, contohnya kayak Bunga sekarang suka sama si ini paling besok beda lagi”
temanku yang lain pun berkata “iya bu udah kayak cinta buta aja ya bu,sama siapa aja suka”
“iya tuh bu,cinta itu memang buta, si Bio aja sukanya sama cowok bu, iih homo ya bu..”
guru menjawab “heh,gak boleh ngomong begitu,kamu gak boleh ngejek teman kamu sendiri”
“dia emang beneran homo bu, liat nih bu foto dia lagi ciuman sama cowok waktu main basket kemarin”
guru pun kembali berkata “heh, gak boleh bilang gitu keteman kamu, nanti teman kamu yang sakit hati..” , ibu guru dengan teman-teman kelasku pun tetap asik mengobrol, sementara aku ya aku hanya diam saja dan mengabaikan semua yang mereka katakan.

Bel istirahat sudah berbunyi, akupun bergegas pergi menuju kantin untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan, saat aku berjalan ke kantin aku tidak sengaja menabrak seseorang dari kelas dan ya nampaknya dia bersama pacar dan teman-temannya yang lain, lalu dia berkata kepada teman-teman di sekitarnya “eh liat deh ada Yaoi nih, iih.. jijik banget ya?!”
akupun hanya berdiam saja lalu dia berkata kepadaku  “heh, Yaoi.. gak ciuman lagi sama laki-laki?, haduh jijik banget deh..”
teman-teman di sekitarnya tertawa keras dan aku hanya menjawab “apaan sih?! Gak ada kerjaan ngejek orang mulu!”
dia kembali berkata keteman-temannya “lihat deh kasian banget tuh orang, udah jomblo homo lagi.. heh,orang mah berduaan sama perempuan bukan sama laki-laki,dasar Yaoi!”
aku menjawab “apa juga itu Yaoi? kalau aku jomblo ya terserah aku lah!” aku pun pergi meninggalkan mereka dan mereka hanya tertawa menertawaiku.

Sampai di kantin aku melihat Jonny sedang makan sendirian di meja, akupun langsung duduk di bangku dekatku sambil menyapa, “hei! sendirian saja”
diapun menjawab “hei juga bro, iya akupun sedang menunggumu”
“o iya nih Jonny, aku mau nanya, Yaoi itu apaan sih?”
“Yaoi itu bahasa jepang yang artinya tuh homo laki-laki dengan laki-laki, biasanya orang akan disebut Yaoi contohnya sepertimu yang sudah pernah mencium laki-laki”
“heh? Berarti aku udah dianggap seperti itu sama satu sekolah ini ya..”
“gak apa-apa Bio, aku juga begitu kok, walaupun aku belum pernah melakukan apa-apa pada seorang laki-laki”
“heh,kau kan nerima-nerima aja, kalau aku gaklah aku ini masih normal”
“normal? Emangnya ada perempuan di sekolah ini yang suka denganmu? Atau adakah perempuan disekolah ini yang kau sukai?”
“iya sih emang gak ada.. walaupun aku rajin olahraga tapi tetap aja tidak ada perempuan yang terpikat”
“ya makanya itu Bio, mending dengan aku aja”
“heh,cukup udah-udah aku bukan homo! bukan! Aku masih normal!” dan akupun meninggalkan Jonny
Jonny hanya berkata “lha, katanya kemarin mau ‘bekerjasama’, tapi sekarang malah kabur”.

Sudah saatnya pulang sekolah, akupun berjalan pulang kerumah sambil memikirkan sesuatu, “jadi selama ini aku dianggap homo beneran ya, kenapa harus begini, ditambah lagi aku berteman dengan Jonny, wah,bisa-bisa aku dianggap Yaoi beneran! Aduh jangan sampai terjadi.. o iya ngomong-ngomong kenapa Jonny bisa seperti itu ya? Apa karena hal yang sama sepertiku dia jadi seperti itu?”

Besoknya di sekolah aku langsung menemui Jonny, “hei, Jonny!”
dia berkata “oh,hai Bio ada apa?”
“o iya ada yang mau kutanyakan padamu!”
“apa itu?”
“kenapa kau bisa menjadi.. Yaoi seperti ini?”
“sudahlah seperti kau tidak tau saja,aku kan emang begitu..”
“iya aku tau,tapi kenapa? Masa dari lahir sudah seperti ini?”
“ya sebenarnya sih bukan juga, ya memang karena ejekan teman-teman juga yang membuatku seperti ini, lagipula memang aku sama sekali tidak menyukai wanita, dan kupikir ‘teman’ laki-laki itu lebih bagus”
“seperti yang aku duga, kalau begitu kenapa kau bertingkah seperti ini seakan-akan kau tak punya harapan lagi pada seorang perempuan?”
“habisnya perempuan itu selalu rumit, aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka inginkan, mereka selalu diminta untuk mengerti dirinya namun malah aku yang selalu dicampakkan, apa lagi jika mereka sedang datang bulan, semua-semua serba salah dimata mereka, perempuan itu selalu saja berpandangan negatif, aku sudah putus asa dengan perempuan! Maka dari itu aku berhenti untuk menyukai seorang perempuan dan lebih memilih seorang laki-laki karena hanya seorang laki-laki aku dapat mengerti diriku sendiri”
“oh,jadi begitu, apa kau tidak malu apa dirimu sendiri?! Kau setiap hari menjadi olok-olokan bagi orang lain! Lagipula cobalah buka pikiranmu itu! Aku yakin tidak semua perempuan seperti apa yang kau bayangkan! Contohnya saja ibumu Jonny!”
“ibuku berbeda Bio! Lagipula zaman ibuku dengan zaman sekarang sudah berbeda, sudah beda juga perempuan dulu dengan sekarang! Perempuan sekarang banyak dari mereka yang begitu egois! Mereka lebih menguntungkan diri mereka sendiri ketibang orang lain! Kau bisa lihat itukan Bio?!”
“tapi aku yakin Jonny! Kalau diluar sana pasti ada seorang perempuan yang akan menyayangimu tulus dari hatinya seperti apa yang kau inginkan! Ingatlah kasih sayang seorang perempuan itu lebih besar! Jadi jika disana terdapat seorang perempuan yang mencintaimu dengan tulus, pasti dia juga akan menyayangimu dengan kasih sayangnya yang besar itu Jonny!.. jadi aku sarankan padamu, janganlah putus asa, tetaplah yakin jika nanti kau akan mendapat perempuan yang sesuai dengan apa yang kau inginkan! Karena jika kau seperti ini itu sama saja kau memalukan dirimu sendiri, dan kenapa kau tidak berusaha membalikkan kata-kata mereka dibanding dengan menjadi seperti apa yang mereka katakan?!”
“ya sebenarnya aku mau seperti itu, tapi bagaimana caranya?..”
“kau harus buktikan kepada mereka kalau kau itu tidak serendah seperti apa yang mereka katakan! Lagipula asal kau tau saja, suka atau cinta itu tidak harus menjadi pacar, sebagai temanpun kau bisa mambagi kasih sayangmu kepada temanmu yang lain, maka dari itu jika kita lihat kenapa anak perempuan selalu berpelukkan satu dengan yang lain, itu karena mereka selalu membagi kasih sayang kepada temannya yang lain..” dan dalam hati aku berkata “ya walaupun rasa benci seorang perempuan juga lebih besar, tapi lebih baik aku tidak mengatakannya pada Jonny supaya dia kembali tidak Yaoi lagi”
saat aku sedang ngobrol dengan Jonny tiba-tiba seseorang lewat dan berkata “hei,lihat nih ada 2 Yaoi lagi deketan”
lalu seorang yang lain berkata “iih ternyata benar juga ya mitos di sekolah kita kalau di sekolah kita ada Yaoi”
“iih,jangan-jangan mereka mau melakukan ‘sesuatu’ lagi”
“udah ah jangan di ganggu biar mereka bisa seru ‘mainnya’ yuk kabur“ dan mereka pun pergi, melihat mereka pergi Jonny pun pergi ke kelasnya tanpa melanjutkan obrolan.


Meskipun aku memang selalu di ejek seperti itu, tapi tetap aku tidak mau mengalah seperti Jonny, setiap orang memiliki harga dirinya masing-masing, dan harga diri seseorang tidak boleh di injak-injak, itu sama saja mereka melanggar hak seseorang, namun aku tidak menganggap kalau ini salah satu pencemaran nama baik, cukup tutup mulut saja dan biarkan mereka mengoceh seenaknya sampai mereka kenyang dan tak bisa bergerak lagi karena kekenyangan.

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 1

Chapter 1 – Awal yang menjijikan




            Dimasa remaja pastinya kita sering menemukan kejadian-kejadian yang pasti akan kita kenang jika kita sudah besar nanti, ada kejadian suka, duka, sedih, senang bahkan yang tak terduga sekalipun pasti akan kita temukan di masa remaja. Dan ini adalah ceritaku dimana aku menemukan hal yang tak akan ku lupakan jika aku sudah lulus SMA nanti.

Bio Setiawan, ya itulah namaku, aku seorang murid kelas XI – B di SMA 1 Sukajaya. Hobi ku di sekolah ini adalah berolahraga dan salah satunya aku suka main basket, aku suka melakukan drible lalu mencetak angka, ya memang basket olahraga paling seru dan paling menyenangkan, selain bermain basket juga kadang aku suka melakukan jogging sambil mendengarkan lagu yang ku suka.

            Karena sering bermain basket terkadang aku sampai lupa dengan aktivitasku bahkan aku sampai lupa kalau aku belum memiliki seorang perempuan untuk dijadikan pasangan atau pacar seperti teman-temanku, ya lagipula aku juga tidak terlalu menyukai perempuan karena olahragalah yang selalu membuatku senang, dan karena olahraga inilah aku punya banyak teman, ya walaupun sebagian dari mereka sering bersikap kasar layaknya anak nakal, tapi aku santai saja.

            Hari ini aku ada pertandingan dengan sekolah lain dan disinilah aku sangat bersemangat, semangatku begitu bermembara! akupun sudah banyak mencetak angka dan aku tak sabar untuk menang, karena aku terlalu asik men-drible bola tanpa ku sadar kakiku tersandung dan menabrak seorang murid dari sekolah lain, aku terjatuh kelantai bersama orang itu yang terbaring dilantai, dan tak sengaja mulutku menempel pada bibirnya, rasanya seperti mencium seorang laki-laki menjijikan sekali, karena kejadian itu temanku ada yang berkata “hei,romantis sekali ciumanmu itu”
“iya wah jangan-jangan kau itu Yaoi ya?”
“heh?! apa itu Yaoi?”
“Yaoi itu sebutan untuk orang yang homo”
“nah,benar juga jangan-jangan kau homo ya? Iih!! Dasar Yaoi!”
semua temanku pun  ikut mengejek seperti itu padaku, ya jelas aku sangat malu apalagi ini dilihat oleh sekolah lain, aku berusaha menjelaskan “hei,tadi itu hanya kecelakaan, aku tak sengaja!”
“iyakah? Sudahlah,kami sudah memotretnya! sudah jelaskan,Yaoi!”
merekapun tertawa begitu keras, karena aku malu berada dilapangan yang ditonton oleh banyak orang, akupun lari menuju pintu keluar sambil menahan malu karena ejekan-ejekan tersebut.

            Di hari sekolah biasa pun, mereka tetap saja mengejekku dengan kata ‘Yaoi!’, entah apalah itu, saat aku sedang berjalan menuju kelas tak sengaja aku mendengar orang disebelahku berbicara, “hei,apakah kau sudah melihat mading?”
“emang ada berita apa?”
“lihat saja,ada foto Bio yang sangat menjijikan saat pertandingan basket kemarin”
“benarkah? Ayo temeni aku kesana”
karena penasaran aku pun bergegas menuju mading, dan setelah aku melihat mading aku sangat kaget karena terdapat fotoku sedang mencium seorang laki-laki dari pertandingan basket kemarin, itu sangat membuatku malu ditambah lagi dengan ejekan dari teman disebelahku, “hei,lihat! Bukankah dia si Yaoi itu?”
“wah,iya benar juga hei Yaoi! ngapain kau disini?”
akupun hanya berkata “apalah yang kalian katakan ini, aku sama sekali tidak mengerti”
“wah,menjauh ah,aku takut dekat-dekat dengan Yaoi, ntar aku malah diapa-apain lagi, iih ngeri kabur ah!”
dan semua orang yang berada di sekitar mading ini pun kabur meninggalkan mading ini.

            Di kelas juga aku jadi duduk dibangku paling belakang, dan tetap saja temanku ada yang mengejek , “hei,lihat tuh di Yaoi lagi sendirian dibelakang”
“melakukan ciuman dengan seorang laki-laki, iih aku tak bisa bayangkan apa yang dirasakan laki-laki yang dicium olehnya itu”
dan mereka pun  menertawaiku , karena kesal aku pergi keluar kelas dan menuju kantin.

            Aku pergi ke kantin dan mencari tempat sepi supaya tidak ada orang yang mengejekku, karena akupun sudah muak dengan ejekkan-ejekkan mereka, saat aku makan pun tiba-tiba seseorang menghampiriku , akupun bertanya kepadanya dengan nada kesal “mau ngapain kau disini? Mau ngejek aku lagi?”
diapun balik bertanya “kau si Yaoi itu kan?”
“bukan!”
“tapi semua orang disekolah ini menyebutmu seperti itu”
“tak usah pedulikan omong kosong mereka!”
“tak apa, jangan sedih gitu, kalau kau sendirian begini, aku mau kok nemenanimu..”
“iih,apaan sih?!”
lalu akupun lari menuju kamar mandi dan sepertinya si ‘Homo’ itupun mengikutiku.

            Saat aku masuk ke kamar mandi laki-laki semua yang ada didalam kaget melihatku dan kabur sambil berkata “wah,ada Yaoi! Kabur ah,aku takut di ajak humu-humuan”
akupun mendekati washtafel dan mencuci wajah sambil berkata, “ada apa sih dengan semua orang disekolah ini?! Apa mereka semua sedang tidak waras?! Gak ada yang satupun normal disekolah ini!”
saat aku sedang cuci muka pun tiba-tiba si Homo mendatangiku dengan diam-diam, “kamu ada masalah apa senpai?”
aku dengan terkejut sambil berkata “ya ampun,daritadi ngikutin aku mulu udah kayak bebek aja”
“sudahlah, kalau punya masalah jangan disimpan dalam hati, sini biar aku dengerin, senpai yang tampan!”
aku pun bicara dalam hati “heh? Kenapa dia jadi tergiur denganku? Kalau gini bisa gawat, cari alasan buat keluar deh”
dan akupun berkata “eh,kayaknya bel masuk udah bunyi tuh,aku masuk kelas dulu”
“senpai! Kenapa kau begitu jahat padaku?” katanya, akupun kabur darinya.

            Masuk ke kelas pun tetap saja dengan situasi yang sama, teman-temanku menjauhiku karena hal yang.. gitu deh, bukan hanya teman kelas yang laki-laki aja yang ngejek seperti itu, teman kelas yang perempuan juga sudah mulai curiga denganku. Karena jam pelajaran ini kosong, teman sekelas pun begitu santai, ya karena aku lelah, akupun tidur dan aku bermimpi seperti nyata, aku bermimpi disekolah ini seorang perempuan sepertinya dia anak baru, dia berjalan dan aku mengikutinya dan tanpa sadar aku terjatuh karena tersandung, dia melihat aku sedang terjatuh dan membantuku untuk berdiri sambil berkata “apa kamu gak apa-apa?” , entah kenapa perasaanku disaat itu jadi senang sekali.

            Lalu tiba-tiba aku terbangun oleh suara gaduh dari teman-teman kelas, dan ya aku sadari perempuan tadi hanyalah mimpi, saat aku terbangun aku heran kenapa teman yang duduk disampingku tertawa, aku meraba wajahku dan terdapat bekas tinta, ternyata wajahku di coret-coret oleh teman-teman kelas, karena kesal akupun langsung berlari menuju kamar mandi dan tetap saja ada si Homo yang berdiri disana, lalu akupun bertanya sambil mencuci wajah bekas tinta “sedang apa kau disini? Daritadi tidak masuk kelas”
dia menjawab “aku sedang menunggumu, aku tau kau selalu sendirian jadi aku mau nemeninmu”
mendengar perkataannya akupun berpikir “mungkin hanya dia sekarang yang mau jadi temanku disekolah ini..”
lalu akupun bertanya “apa kau mempunyai teman disekolah ini?”
dia menjawab “tidak ada, aku hanya sendirian aja disekolah ini”
“apa kau juga diejek oleh mereka?”
“iya, dan itulah mengapa aku seperti ini, aku putus asa dan memilih untuk menyukai sesamaku, sudahlah kau dan aku itu sama, yaitu sama-sama dibully oleh mereka, jadi ayo ‘berkerjasamalah’ kita berdua”
mendengar itupun aku berpikir “kayaknya memang hanya dia sekarang temanku disini, dibanding dengan mereka semua yang egois dan selalu mengejek orang lain, lebih baik aku berteman dengan si Homo ini daripada memiliki teman seperti mereka”
akupun berkata “baiklah,aku mau berteman denganmu”
“apa?! Apa kau itu serius, senpai?”
“sudahlah jangan panggil aku senpai terus,namaku Bio Setiawan,panggil saja Bio”
“oke, kalau aku Jonny Iskandar, panggil saja Jonny”
dan setelah itu aku jadi berteman dengan seorang Homo, dan ya mungkin selama dia tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, aku bisa tetap berteman dengannya, karena hanya dialah yang mengerti aku disini saat ini.