Jumat, 10 April 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 6

Chapter 6 – Masalah



            Hari senin seperti biasa aku melakukan kegiatan upacara, dan setelah itu karena kegiatan di sekolahku pada hari senin tidak hanya upacara saja, ada juga pelajaran les serupa dengan Lintas Minat hanya saja kalau disekolah ini kau bisa bebas memilih pelajaran yang sangat kau suka untuk dipelajari lebih mendalam, dan kebetulan aku memilih pelajaran les TIK. Setelah mengambil tas aku segera menuju ruang les TIK, suasana di ruang les TIK tak ada bedanya dengan di kelasku, tetap saja orang-orang di ruang les ini mengejekku “Hei lihat, si Yaoi lewat”
“menjauh bro, nanti kau di apa-apain dia lagi”
“iih, memang menjijikan sekali”
aku hanya berpikir “Ya ya ya, anggap saja suara itu seperi suara kicauan burung”.

            Dalam kegiatan mengajarpun tetap saja selalu ada yang menggangguku, dan beberapa orang pun ada yang membicarakanku “hei ada kau tau? Ternyata si Yaoi itu sudah dekat-dekat dengan Cindy”
“benarkah? Emangnya dia mau dekat-dekat dengan wanita? Kan dia homo”
“ya maka dari itu aku heran, masa kita yang normal gak bisa dekatin Cindy sih”
“dan apa kau tau juga? Si Jonny sekarang udah gak Yaoi lagi lho” , “hah? Yang benar?”
“iya, dia sekarang udah berani dekatin Naomi, bahkan pernah mengatar Naomi pulang”
“waduh gimana ini? Kenapa yang Yaoi-yaoi bisa di dekatin sama cewek yang cakep-cakep ya?”
“iya, masa kita yang normal gini gak bisa dekatin mereka”
“ya seperti yang ku bilang tadi saja”
“o iya, bagaimana kalau kita pojokkan saja di Yaoi-yaoi itu?”
“pojokin gimana maksudnya?”
“seperti kita bully habis-habisan saja, lagipula kan emang mereka Yaoi, mereka tuh gak pantes deket-deket cewek”
“iya setuju banget…”
aku sama sekali tidak mendengarkan apa yang mereka katakan dan hanya menghiraukannya saja, aku tetap fokus saja kepada guru yang sedang mengajar, karena ini lebih penting dari apa yang mereka bicarakan.

            Sekarang sudah waktunya istirahat, saat aku ingin keluar ruang les tiba-tiba orang-orang di ruangan ini mencegatku, dan aku hanya bertanya kepada mereka “ini ada apa lagi? Hah?”
salah satu dari mereka menjawab “eh, Yaoi Bio, kami gak suka sikapmu ini ya!”
aku heran dan berkata “sikapku? Setauku aku tidak berbuat apa-apa, lagipula kalian mengira aku ini Yaoi kan? Jadi lebih baik kalian minggir dan bolehkan aku keluar daripada aku melakukan hal yang menjijikan kepada kalian!”
“nah, kau sendiripun tau dirimu itu Yaoi, lalu kenapa kau mendekati wanita? Carilah mangsamu sesama laki-laki dong”
“lha emang kenapa sih? Di sekolah ini juga masih banyak wanita, lalu kenapa kalian gak terima kalau ada satu orang wanita yang mendekatiku?”
“jelas kami gak terima, kau itu Yaoi dan kau tak pantas mendekati seorang wanita”
dan salah satu dari mereka melanjutkan “juga suruhlah teman Yaoi mu si Jonny itu untuk tidak mendekati Naomi lagi, atau jika kau masih bersikeras, aku tak punya pilihan lain selain memukulmu sekarang juga”
mendengar kata mereka akupun berpikir “kata-kata itu.. aku jadi teringat kejadian saat hari sabtu kemarin, dimana aku juga dipukuli dan aku membuat Cindy sangat cemas, aku tidak bisa begini, jika aku dipukuli lagi dan membuat Cindy sangat mencemaskan, dan aku juga ingin melakukan apa yang Cindy katakan juga yaitu untuk tidak melawan mereka saat mereka memukuliku, jadi aku tak punya pilihan lain lagi, baiklah sudah aku putuskan!”
lalu aku berkata kapada mereka “Tidak! Tidak akan! Aku menolak apa yang kalian katakan! Lagipula aku juga bukanlah Yaoi yang seperti kalian pikirkan, aku juga normal! Dan memiliki perasaan juga pada seorang wanita! Dan jika kalian memintaku untuk menjauhkan Jonny dengan Naomi itu tidak bisa! Karena dia juga sudah berubah bukan seperti Yaoi lagi! Dia juga ingin membuktikannya melalui cara seperti itu! Supaya kalian semua sadar kalau selama ini kalian semua SALAH!”
 mendengar kata-kataku sebagian dari tercengang dan salah satu dari mereka memukul wajahku dan berkata “oh, jadi seperti itu jawabmu ya?! Teman-teman pukuli saja dia supaya dia sadar!”
lalu mereka semua memukulku dan aku hanya bisa pasrah saja karena aku menuruti apa yang Cindy katakan yaitu “memang lebih baik tidak usah melawan mereka, karena kalau kamu begitu kamu sama saja dengan mereka”
lalu aku berpikir “syukurlah di dekat sini tidak ada Cindy, karena aku tidak mau melihat dia terlihat sangat cemas, lebih baik dia tidak tau hal ini”.

            Setelah memukuliku mereka pergi meninggalkanku begitu saja, bibirku luka dan berdarah, aku mengelap darah yang keluar menggunakan selembar kertas yang ku ambil dari tasku. Aku kembali ke kelas dan aku sengaja tidak melewati kelasnya karena aku takut kalau Cindy melihatku seperti ini, supaya Cindy tidak melihatku jadi aku sengaja tidak pergi ke kantin di jam istirahat ini, untung aku membawa makanan dari rumah jadi aku bisa makan dikelas saja.

Kegiatan belajar sudah di kelas sudah dimulai, tapi karena guru yang mengajar hari ini sedang berhalangan hadir jadi kami disuruh mengerjakan tugas. Saat aku sedang mengerjakan tugas tiba-tiba teman-teman kelas mendekatiku, aku bingung tapi aku tidak peduli dan tetap mengerjakan tugas, lalu salah satu dari mereka berkata “Oh,jadi ini ya si Yaoi yang dekat dengan Cindy itu?”
aku tak menjawab dan tetap melanjutkan mengerjakan tugas, lalu dia berkata lagi “gaya sekali kau, Yaoi sepertimu berani-beraninya mendekati Cindy”
aku tetap tak menjawab dan salah satu dari mereka berkata “hei, kenapa kau hanya diam saja? Apa kau tidak memiliki mulut untuk bicara?”
aku tetap mengerjakan tugas sambil berkata kepada mereka “ada apa lagi? Jika tentang Yaoi lebih baik aku diam saja, karena tak ada pentingnya untukku”
lalu dia berkata “Bio Yaoi, seperti biasa kau selalu banyak gaya, tak ku sangka Yaoi sepertimu bisa mendekati Cindy seorang murid cantik disekolah ini”
aku kembali menjawab “percuma saja kau menyebutku Yaoi selama ini, aku benar-benar bukan Yaoi seperti yang kau pikirkan”
“benarkah? Dan jangan-jangan kau juga menyukai Cindy”
“ya, aku menyukainya sebagai temanku, karena memang dia itu temanku”
“berani sekali kau Yaoi berkata seperti itu”
“sudah aku bilang aku bukan Yaoi, lalu apa yang harus ku lakukan untuk membuktikan kalau aku bukan Yaoi?”
“kalau begitu, kita bertaruh saja bagaimana?”
aku berhenti mengerjakan tugas dan bertanya kepadanya “bertaruh apa yang kau maksud?”
dia menjawab “berlomba, kau,aku, dan mereka yang di kelas ini atau di luar kelas ini boleh ikut dalam lomba ini, lombanya yaitu.. siapakah yang mampu mendapatkan hatinya Cindy..”
aku sedikit kaget dan kembali bertanya “apa maksudmu itu”
dia kembali menjawab “maksudku ialah, siapa yang dapat menjadikan Cindy sebagai pacarnya.. jika kau bisa menjadikan dia pacarmu maka aku tidak akan mengejekmu lagi, tapi jika aku yang menjadi pacarnya, kau akan ku bully dan bahkan lebih parah dari ini, apa kau setuju?”
aku terkejut dan berkata “tidak bisakah cara lain? Mengapa harus menjadi pacarnya?”
“tidak,tidak ada cara lain, terima atau tidak kau harus terima”
lalu dia berkata pada teman disekitarnya “sudahlah ayo kita kembali saja ketempat duduk kita, aku jadi merasa jijik berbicara dengan seorang Yaoi”, lalu mereka kembali ke tempat duduknya masing-masing.

            Sudah saatnya pulang sekolah, lalu aku berjalan kerumah sambil memikirkan “Cindy, aku harus menjadikan dia pacarku, padahal aku sudah menganggapnya sebagai teman baikku, karena dia selalu membantuku dan dia juga begitu ramah padaku, kenapa mereka selalu iri jika aku berteman dengannya? Apakah mereka tidak berpikir bagaimana sikap mereka? Selalu menilai sembarangan orang lain namun diri mereka sendiri tidak pernah mereka nilai, sungguh egois sekali.. lalu apa yang harus kulakukan? Cindy, apa jika aku menjadikan kau pacarku akankah kau tetap baik kepadaku seperti sekarang ini? Atau apakah kau akan melupakanku jika kau menjadi pacarnya?”.

            Aku sampai dirumah dan seperti biasa ayahku selalu memperhatikan wajahku setiap aku pulang sekolah, ayah melihat wajahku yang tampak tak bersemangat lalu ayah bertanya padaku “kau kenapa Bio? Tak biasanya mukamu seperti itu?”
aku menjawab “tidak ada aku hanya kurang bersemangat saja”
ayahku heran dan dia berkata “kalau begitu, kau makan dulu sana, tadi ayah memasak nasi goring kesukaanmu”
lalu aku bertanya “ayah bisa memasak?”
“sebenarnya tidak bisa, tapi ayah lihat dari resep ibumu, lalu ayah coba dan seperti itulah hasilnya”
“kalau begitu aku makan dulu ya ‘yah”
“iya, habiskan ya”, dan akupun menyantap nasi goring yang ayahku masak.

            Selesai makan aku kembali ke ayahku dan bertanya “apa ibu belum pulang?”
ayahku menjawab “belum, dia lembur hari ini, jadi kemungkinan dia pulang telat”
aku kembali bertanya “lalu kakak kemana?”
“dia sedang pergi ke mall sebentar untuk membeli kebutuhan kuliahnya”,
lalu ayahku balik bertanya “nah sekarang bagaimana? Apa kau mau menceritakan apa yang terjadi disekolahmu Bio?”
lalu aku menceritakan apa yang terjadi disekolahku pada ayah “sebenarnya aku disuruh taruhan oleh temanku, memang Bio berteman sama salah satu murid perempuan, lalu teman-teman Bio iri, jadilah mereka taruhan pada Bio, katanya kalau Bio bisa pacaran sama teman Bio itu Bio gak dibully, tapi kalau sebaliknya Bio bakal dibully”
ayahku heran dan bertanya “lho,kok bisa gitu?”
“ya begitulah, ayah juga tau kan bagaimana sikap dan pergaulan teman-teman Bio disekolah..”
“iya ayah mengerti, tapi ayah hanya bisa kasih saran begini, pokoknya apapun yang temanmu lakukan, kamu harus tetap sabar dan berusaha untuk bisa menandingi mereka, menandinginya maskudnya bukan dengan fisik gitu, tapi dengan prestasimu, ya minimal nilaimu tinggi diatas merekalah”
“oh begitu, lalu kalau aku dengan temanku yang itu gimana ‘yah? Haruskah aku pacaran?”
“kalau itu ayah gak tau, ya bagaimana baiknya kamu saja, tapi kalau kamu memang sayang pertemananmu jadi kacau, jadikanlah dia sahabatmu”
aku setuju apa yang ayahku katakan dan aku berkata pada ayahku “baiklah, akan ku coba ayah”.

Chapter 6 Selesai, Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterima
Jika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.

Minggu, 05 April 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Special Chapter 1,5

Special Chapter 1,5 – Disaat hujan



            Walaupun ceritaku sudah selesai, tapi ada beberapa hal yang tidak aku ceritakan disana. Saat ini aku sedang berada dirumah karena diluar sedang hujan deras, hujan ini mengingatkanku tentang sesuatu saat aku sedang berada disekolah, saat itu masih di hari Rabu dan aku masih disekolah karena hujan deras aku tidak bisa pulang dan aku berteduh disekolah, ya saat itu teman-teman masih menganggapku seorang Yaoi dan beginilah ceritanya.

            Karena disekolah sedang hujan aku masih berada disekolah bersama Jonny, aku berkata pada Jonny “Jon, apa yang biasa kau lakukan disekolah ini jika sedang hujan?”
dia menjawab “kalau aku membawa laptop, aku biasanya bermain laptop, o iya! Kan aku ada bawa psp portable ya” dia mengeluarkan psp nya dan memainkan suatu game “nah jadi ini Bio yang aku lakukan jika sedang terjebak disekolah karena hujan deras” dan Jonny lanjut bermain game. Sementara aku bingung apa yang akan aku lakukan, lalu aku berpikir “o iya, kenapa tidak ke Cindy saja ya, pastikan dia masih disini saat hujan deras” lalu aku pergi ke kelasnya Cindy.

            Saat aku kekelas Cindy aku melihatnya kelasnya kosong dan tidak ada satupun orang disana, aku bersama Jonny yang masih bermain game berjalan menuju kantin sekolah untuk mencari Cindy, namun dia tidak ada juga disana, lalu aku bertanya pada Jonny “Jon, apa kau tau dimana Cindy?”
Jonny menjawab “oh, jadi daritadi kita itu nyariin Cindy, wah tadi sih aku lihat dia sudah pulang duluan”
“pulang duluan, oh mungkin dia dijemput ayahnya”
“tidak, aku tidak melihat ada ayahnya, dia pulang hanya berjalan kaki saja”
“jalan kaki?! Kapan dia pulang?”
“ tadi sebelum hujannya deras”
lalu aku berpikir “sepertinya Cindy terjebak hujan diluar sana, dan ini hari rabu, biasanya ayahnya Cindy memang tidak menjemputnya dihari ini”, lalu aku berkata pada Jonny “Jon, kau pulang duluan saja ya, aku ingin melihat Cindy dulu”
Jonny menjawab “bolehkah? Tidak, kau saja yang duluan, hujan masih sangat deras, lagipula aku juga masih ingin bermain game kok”
aku pamit kepada Jonny “baiklah, aku duluan ya”
saat aku ingin berjalan tiba-tiba Jonny memanggilku “tunggu Bio! Kamu mau hujan-hujanan mencari Cindy?”
aku menjawab “tidak hari ini aku membawa motor, dan kebetulan di jok motorku ada dua jas hujan”
“oh begitu, baiklah hati-hati ya”
lalu aku meneruskan jalanku menuju lapangan parkir sekolah untuk mengambil motorku, aku menggunakan jas hujan lalu menghidupkan mesin motorku dan pergi keluar sekolah.

            Aku membawa pelan motorku sambil melihat sekeliling, siapa tau aku melihat Cindy sedang berteduh, saat aku melihat ke arah kanan, aku seperti melihat seorang perempuan, aku balik arah untuk melihat orang itu dan ternyata itu bukan Cindy, aku terus mencari dia lalu aku lihat ke arah depan sepertinya itu Cindy yang sedang berteduh, ternyata memang benar itu Cindy lalu aku berhenti didekatnya, aku membuka kaca helmku dan berkata padanya “hei Cindy, tidak seharusnya anak gadis berada ditempat ini”
Cindy balik berkata padaku “Bio? Kenapa kamu bisa tau aku ada disini? Lalu ini motor siapa?”
aku menjawab “aku sengaja mencari dirimu karena aku tau kau pasti terjebak hujan ini, o iya! Ini juga adalah motorku, memang aku jarang memakainya kesekolah” lalu aku mengeluarkan satu lagi jas hujan dan memberikannya pada Cindy “sudahlah, ayo pakai jas hujan ini, aku akan menghantarmu pulang, lihatlah pakaianmu sudah basah sekali”
lalu Cindy mengambil jas hujan yang aku berikan dan memakainya, lalu Cindy berkata padaku “Terima kasih ya Bio, kamu memang orang yang baik”
Cindy naik ke motorku lalu aku langsung membawanya menuju kerumahnya.

            Sampai dirumah Cindy aku berteduh sebentar dirumahnya, lalu ayahnya Cindy menemuiku dan berkata “kamu Bio ya?”
aku sedikit segan dan menjawab “iya om saya Bio temannya Cindy”
lalu ayahnya Cindy kembali berkata padaku “oh, kalau gitu ayo masuk aja, Cindy nya lagi mandi kok, bentar lagi juga selesai”
aku segan dan mencoba menolak tawarannya “gak usah gak apa-apa, saya bentar lagi juga pulang om, takutnya ngerepotin aja”
ayahnya Cindy kembali berkata padaku “eh, gak apa-apa ayo masuk aja, dingin gini nanti masuk angin lho”
karena ajakan dari ayahnya Cindy pun akhirnya aku menurut dan memasuki rumahnya Cindy.

            Di dalam rumahnya Cindy, ayahnya memberikanku teh manis dan mengajak aku ngobrol “terima kasih ya udah nganterin Cindy pulang, itu teh minum aja biar hangat diperut”
“iya om, sama-sama, terima kasih juga tehnya ya om” lalu aku meminum teh itu dan memang teh itu rasanya manis sekali, lalu aku kembali bertanya pada ayahnya Cindy “teh ini manis sekali, beda sekali dengan teh biasanya, kalau boleh tau ini teh apa om?”
ayahnya Cindy menjawab “itu teh buatan om sendiri, karena dulu om punya perkebunan teh, jadi om racik sendiri bahan-bahannya, gulanya juga bukan gula yang biasa, itu pakai gula batu”
“wah, om hebat juga bisa membuat teh seenak ini, serius ini enak sekali”
“hahaha.. biasa aja, itu juga karena tergantung dari daun tehnya saja”
lalu tak lama kemudian Cindy datang sambil menyisir rambutnya yang masih basah dan berkata “wah, ayah udah makin akrab aja nih sama temannya Cindy”
ayahnya membalas “iyalah, harus begitu”, lalu ayahnya kembali berkata pada Cindy “Cindy, maaf ya ayah tadi tidak menjemputmu, ayah belum pulang kerja tadi, ini saja ayah baru pulang dan tiba-tiba kamu langsung datang kerumah, maaf ya nak”
dan Cindy berkata pada ayahnya “gak apa-apa kok ayah, kan ada Bio!”
aku hanya diam karena malu dan tidak tau mau bicara apa, lalu ayahnya Cindy berkata padaku “iya, terima kasih ya Bio kamu udah nganterin Cindy, ya sudah kalian ngobrol saja, om mau istirahat dulu ya” lalu ayahnya Cindy pergi menuju kamarnya.

            Cindy membawakanku cemilan dan berkata padaku “ini kalau kamu mau ambil saja ya, o iya,terima kasih banget udah ngenterin aku, untung ada kamu kalau tidak mungkin belum pulang sampai sekarang”
aku menjawab “sama-sama, lagipula kau seharusnya tidak berterima kasih padaku saja, karena jika Jonny tidak memberitahuku kalau kau pulang duluan disaat hujan, mungkin aku juga tidak mencarimu dan mengantarmu pulang”
“oh kalau begitu, sampaikan rasa terima kasihku padanya juga ya, o iya, apa isi tasmu ada yang basah?”
“tadi sudah ku periksa dan tidak ada yang basah kok, kalau kamu bagaimana?”
“karena tasku anti air jadi bukuku aman-aman saja, yang basah tadi hanya pakaian sekolahku saja, dan lagipula aku langsung mandi jadi aku tidak akan masuk angin karena hujan” lalu Cindy kembali berkata padaku “o iya hampir lupa, maaf ya kalau rumahku masih berantakan soalnya aku juga baru pindah jadi masih bingung menata tempatnya”
“oh kamu baru pindah ya? Memangnya dulu kamu tinggal dimana?”
“di daerah tanggerang, aku pindah kesini karena ayahku juga memang bekerja disini”
“begitu ya, kemana ibu dan adikmu?”
“ibuku sedang memasak di dapur, kalau adikku sedang tidur dikamarku”
“o iya, Cindy boleh aku bertanya sesuatu?”
“boleh saja”
“kalau boleh ku tau apa saja hobimu yang sering kau lakukan?”
“hobi ya? Aku sih biasanya menari, tapi bukan menari seperti biasa, aku biasanya Cover Dance gitu dari lagu-lagu asia kayak jepang gitu, kalau kamu Bio, apa saja hobimu?”
“aku sih sukanya berolahraga, tapi selain itu juga kadang aku suka mengedit foto dan menonton kartun jepang gitu”
tak terasa karena lamanya kami mengobrol hujan pun reda, dan aku pamit pulang kepada Cindy “aku pulang dulu ya, bilang pada ayahmu terima kasih buat teh nya, itu sangat enak sekali”
Cindy menjawab “kamu tadi minum teh? Memang ayahku pecinta teh sejati.. oke, hati-hati dijalan Bio! Sampai bertemu besok ya! Dadah!”.

            Lalu aku menjalankan motorku dan berpikir “ternyata hujan itu tidak selamanya membuat orang lain menjadi sakit, itu karena hujan inilah aku bisa bermain kerumahnya Cindy, berkunjung kerumah orang yang disukai, itu memang it’s something sekali”. Dan akhirnya aku sampai dirumahku lalu aku parkirkan motorku lalu masuk kerumahku dengan perasaan yang sangat senang karena bisa bertemu dengan Cindy. Dan itulah masa-masa yang akan selalu kukenang jika nanti aku sudah lulus SMA.

Special Chapter 1,5 Selesai, Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterima
Jika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 5

Chapter 5 – Hariku bersamanya



            Hari ini adalah hari sabtu, seperti biasa hari sabtu itu disekolah hanya diisi dengan kegiatan ekskul, karena aku suka olahraga, jadi aku mengambil ekskul ini. Di ekskul ini juga aku tak hanya bermain basket saja, kadang juga yang lain seperti futsal,badminton,bulu tangkis,volly dan lainnya, o iya sekarang Jonny juga berada di ekskul ini, jadi sekarang aku punya teman main deh.

Aku bertemu dengan Jonny lalu aku menyapanya “Hei Jon,selamat pagi”
dia membalas “iya pagi juga”
“tumben kau udah langsung siap-siap saja”
“iyalah hari ini kan harus semangat”,
saat aku sedang menoleh, tiba-tiba Jonny memukul-mukul bahuku dan berkata “eh Bio,itu lihat disana!”
ternyata Cindy juga berada di sini dan dia sedang bermain bulu tangkis, aku terkejut dan bertanya pada Jonny “itu Cindy kan?”
dia menjawab “iya Cindy anak baru itu, kau udah tau kan?”
“iya tau, kok dia mengambil ekskul olahraga ini juga ya?”
karena aku malu, akupun langsung menjauh dari sana,dan Jonny mengejarku dan berkata “heh,kok malah kabur sih?”
aku menjawab “habis malulah, dari kemarin aku bertemu sama dia”
dan Jonny berkata “wah,jangan-jangan kau sudah mulai jatuh cinta nih”
“apa? Jatuh cinta?!”
saat aku bicara dengan Jonny tiba-tiba sekelompok teman-teman dari kelasku mendatangi kami, ternyata dia itu yang kemarin menghadangku, lalu aku bertanya “kamu.. ngapain?”
dia terlihat kesal dan berkata “eh, kau itu Yaoi ya? Yaoi ngapain sih dekat-dekat dengan Cindy?!”
aku menjawab “kan aku temannya dia..”
“teman? Hahaha.. eh, ingat ya! Kau sudah macam-macam dengaku”
lalu Jonny membelaku “heh,kenapa sih?! kan Bio gak ngapa-ngapain disini!”
lalu orang itu bicara dengan teman yang disekelilingnya “eh,coba liat nih pantesan aja Yaoi ya kemana-mana berdua mulu, jangan-jangan udah pada ‘gitu’ lagi”
Jonny marah dan berkata kepada mereka “heh,bisa gak sih gak usah ngejek-ngejek orang?! Udah kayak dirimu paling sempurna aja!”
dan orang itu berkata “kau juga ya, udah cari gara-gara sama kita! Yaoi gak usah deh dekat-dekat sama Naomi dan Cindy”
akupun berkata “emang kenapa sih?! Kan hak kita juga kali bisa temenan sama mereka!”
lalu orang itu melihatku dan berkata “nah khususnya buatmu Bio, Cindy itu hanya punya aku.. udahlah-udahlah aku sudah muak, teman-teman hajar aja tuh si Yaoi Bio!”
lalu teman-teman yang berada disekitarnya mulai menghajar dan memukuliku, Jonny berusaha menghalangi namun dia tidak kuat menghadapi mereka, tiba-tiba Cindy datang dan berteriak “HEI!!! HENTIKAN!!!”
lalu mereka berhenti memukuliku, Cindy terlihat sangat kesal dan memarahi mereka yang memukuliku “ini apa-apaan sih?! Awas yah! Aku laporkan kalian ke guru BP!”
dan sekelompok orang itu menjauh dari kami, Cindy melihatku terduduk sambil menyender ke dinding, dia duduk lalu bertanya kepadaku “kamu gak apa-apa?”
aku menjawab “iya gak usah khawatir gitu,aku gak apa-apa”
Cindy melihat ada darah keluar dari bibirku, lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengelap bibirku, aku melihat sepertinya dia sangat cemas padaku, Jonny masih merasa kesal dan berkata “haduh mereka emang selalu mencari masalah, beraninya keroyokan sih, lain kali kalau bertemu akan ku hajar mereka!”
Cindy berusaha menenangkan Jonny, “sudah-sudah yang penting Bio gak apa-apa kok, gak baik juga kalau melawan mereka, nanti malah kalian berdua nanti yang dipanggil guru BP”
aku hanya tersenyum dan berkata kepada mereka berdua “hei, kalian berdua, kalian berbicara seperti sudah saling kenal saja”
Jonny menyadarinya dan berkata kepada Cindy “O iya, aku lupa,haduh karena kebawa emosi nih, kamu kan Cindy anak baru itukan?”
Cindy menjawab “iya benar, kok kamu tau namaku?”
“aku tau dari teman-teman, o iya,kau belum kenal aku ya, namaku Jonny Iskandar, panggil saja Jonny ya”
dan aku berkata kepada Jonny “Jonny ya sekarang? bukannya Jenny nih?”
Jonny menjawab “gaklah, sekarang kan bukan Yaoi”
“benarkah?” lalu aku dengan Cindy tertawa melihat kelakuan Jonny.

            Jam istirahat pun tiba, Aku dan Jonny pergi menuju kantin sekolah, sementara Cindy kembali melanjutkan aktivitasnya, akupun bertanya “Jonny, kau lihatkan tadi Cindy mengelap darah dibibirku?”
Jonny menjawab “iya kenapa?”
“sepertinya aku pernah mengalami hal itu,tapi kapan ya?.. rasanya seperti, Dejavu”
“oh,kalau begitu mungkin kau pernah bermimpi tentang kejadian ini dan kejadian ini pun menjadi nyata”
”ya mungkin saja begitu”.

            Aku dan Jonny akhirnya sampai dikantin, kamipun makan bersama sambil membicarakan sesuatu, aku berkata pada Jonny “Jon, kenapa kalau aku dekat Cindy rasanya seperti malu saja dekat dia?”
Jonny menjawab “mungkin kau jatuh cinta padanya”
“apa?? Jatuh cinta? Sepertinya tidak juga, lagipula memang aku masih belum mengerti rasanya jatuh cinta”
“kalau begitu coba kau habiskan saja waktu bersama dia hari ini, untuk membuktikan apa kau jatuh cinta kepadanya”
“harus begitukah?”
“iyalah, apalagi kan kita dan dia satu ekskul, ayolah akan ku bantu”
“baiklah kalau harus begitu” lalu kamipun kembali ke lapangan.

            Saat di lapangan kamipun mencari Cindy, aku berkata pada Jonny “Jon, kira-kira Cindy kemana ya? daritadi sepertinya gak keliatan”
Jonny menjawab “udah sabar aja nanti juga ketemu kok, tuh lihat saja dirimu sekarang pengen banget ketemu Cindy kan?”
“mm.. tidak juga, bukankah katamu kita mau mengajak dia bermain”
lalu Jonny melihat Cindy dan memberitahukannya padaku “Itu Bio lihat disamping net bulu tangkis, itu Cindy sedang duduk disana, ayo langsung saja kesana”
aku gugup lalu berkata pada Jonny “hhmm.. nanti saja deh kayaknya, tiba-tiba aku merasa gugup”
Jonny berkata padaku “Hei, ayolah tadi kau katanya mau bertemu dengannya kok sekarang malah gini.. ayo jangan malu”
“tapi aku serius sudah deh nanti saja ya” lalu aku pergi menuju bangku penonton
melihat tingkahku yang malu-malu Jonny hanya menggeleng kepala “ah,gimana sih gak gentlemen nih..”.

             Kegiatan ekskul mulai berlanjut lagi, Jonny kembali berlatih bermain futsal, Cindy sedang bermain bulu tangkis bersama Naomi, sementara aku hanya duduk saja di bangku penonton melihat mereka beraktivitas, ntah kenapa semangatku langsung hilang begitu saja, aku berpikir “kenapa aku malu sekali ya buat bertemu Cindy, padahalkan seharusnya biasa saja, haduh, diriku yang pecundang, bahkan saat tadi seseorang memukuli aku aku malah diam saja dan tak membalas, sampai-sampai dibela oleh seorang wanita, memalukan sekali..”.

             Kegiatan ekskul sudah selesai dan akupun bergegas untuk pulang, aku mencari Jonny namun dia tidak ada “sepertinya dia sudah pulang, baiklah aku juga lebih baik pulang saja”. Saat di jalan tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang dan dia berkata “tebak hayo ini siapa?”
aku sepertinya mengenal suara itu, suara seorang perempuan namun aku tidak tau siapa “maaf, aku tidak tau” aku mengangkat tangannya ke atas dan melihat ke arah belakang, aku terkejut ternyata dia Cindy “Ci.. Cindy?? Kau sedang apa disini??”
lalu dia menjawabku “tidak ada hanya ingin pulang saja, ayahku hari ini tidak menjemputku jadi aku jalan kaki saja pulang kerumah”
aku bertanya padanya “apakah rumahmu jauh dari sini?”
dia menjawab “tidak terlalu jauh, jalan kaki juga bisa kok”
“kalau begitu, bolehkah aku menemaniku hingga kau sampai kerumah?”
“kau kemarin menemaniku saat aku sendirian.. tapi gak apa-apa, supaya aku tidak bosan saja”
“oke baiklah kalau begitu” lalu kamipun berjalan kami sambil membicarakan banyak hal bersama
aku berkata kepadanya “o iya,maaf kalau aku tadi membuatmu cemas ya”
dia bingung dan bertanya “cemas? Kapan?”
aku menjawab “yang tadi saat aku dipukuli oleh orang tadi”
“oh, yang itu, iya gak apa-apa kok,yang penting kamu juga gak babak belur kan?”
“iya, ngomong-ngomong kenapa kau begitu mencemaskanku tadi?”
“aku hanya ingin menolongmu saja karena kamu itukan temanku, bukankah sudah ku bilang ya jika kau dalam masalah aku pasti akan membantumu kok”
“oh,terima kasih kalau begitu, maaf juga kalau aku tidak melawan mereka, Jonny lah yang menghalangi mereka tadi, bahkan aku dibantu seorang wanita, haduh memalukan sekali aku ini..”
“gak apa-apa, bahkan ku pikir memang lebih baik tidak usah membalasnya, karena kalau begitu kau sama saja seperti mereka”
“benarkah begitu?”
“iya, begitulah terkadang pemikiran laki-laki, membuktikan kejantanannya lewat berkelahi bukannya membantu orang lain, aku sangat tidak suka hal itu”
“oh, begitu ya.. berarti apakah termasuk aku?”
“kamu tidak begitu kok, kamu berbeda, dari awal aku bertemu kamupun kamu memang berbeda dengan mereka, kamu orang yang baik..”
“umm… berlebihan sekali memujinya, tapi tak apa, aku suka kok”
“hah? Berlebihan ya, maaf kalau begitu”.

            Tidak terasa karena membicarakan banyak hal akhirnya aku dan dia sampai dirumahnya, aku berkata padanya “inikah rumahmu?"
dia menjawab “iya ini rumahku, mungkin papaku sibuk berkerja jadi dia belum pulang.. mau main?”
“tidak usah, lebih baik aku pulang segera saja, karena banyak yang harus dilakukan di hari sabtu seperti ini”
“oh, baiklah kalau begitu, jika kamu ingin bermain, berkunjunglah kerumahku,jangan sungkan-sungkan ya”
aku pulang lalu pamit kepadanya “aku pulang dulu ya”
“iya hati-hati, makasih ya!”

            Akupun kembali kerumahku, dan aku berpikir “tak terasa hari ini sepertinya aku banyak menghabiskan waktu bersamanya, mulai dari tadi pagi sampai sekarang, walaupun tadi pagi aku sempat malu bertemu dengannya tapi sungguh hari ini adalah hari yang menyenangkan, hari yang kuhabiskan bersamanya”.

Chapter 5 Selesai , Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterima
Jika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.

Rabu, 01 April 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 4

Chapter 4 – Cindy, si anak baru



            Pagi ini aku telat bangun pagi tidak seperti biasanya, maka dari itu aku cepat-cepat berangkat ke sekolah supaya gerbang sekolah tidak ditutup, namun didekat gerbang sekolah karena aku berlari tanpa sengaja aku menyenggol bahu seorang perempuan dan akupun terjatuh karena kakiku tersandung, disaat seperti ini aku berpikir “tersandung lagi? Tapi syukur tak ada seorang laki-laki yang ikut jatuh bersamaku seperti waktu itu”
dan akupun sadar kalau aku baru saja menyenggol bahu seorang perempuan, aku langsung berdiri dan meminta maaf padanya “o iya,maaf aku menyenggolmu tadi karena ku pikir aku sudah telat”
dan dia menjawab “iya gak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu karena kamu sampai jatuh tadi.. apa yang tadi kamu bilang? Sudah telat? Memangnya kamu selalu berangkat jam berapa?”
“ehmm.. jam setengah 7 karena rumahku jaraknya dekat dengan sekolah ini”
“oh,jam setengah 7, lihat nih jam tanganku sekarang jam berapa?”
lalu aku melihat jam tangannya dan aku terkejut “apa masih jam 6 kurang?! O iya,aku baru ingat aku kan mempercepat jam di kamarku..”
lalu dia berkata “haha.. kamu lucu sekali.. baiklah kalau begitu aku ke kelas dulu”
“ya baiklah”
dan tiba-tiba dia memanggilku lagi, “eh,tunggu dulu.. apa kamu bisa tunjukkan kepadaku dimana kelas XI – D?”
dan aku menjawab “oh,itu hanya naik tangga sekali lalu kau pergi ke arah kanan, kelas XI – D berada di paling ujung”
“oh,terima kasih ya”
“iya sama-sama” dan aku mulai berpikir “o iya,aku belum pernah melihat orang itu sebelumnya, dan dia juga cukup manis sih.. ah,sudahlah aku ke ruang lapangan basket saja”.

            Saat aku berada di ruang lapangan basket, di sini ternyata banyak juga murid lain yang sedang berolahraga, dan tentu saja ada Jonny yang sedang duduk di bangku penonton, lalu aku langsung datang kepadanya lalu menyapanya, “hei bro! sekarang udah gimana nih?”
lalu dia menjawab “ya udah mulai lancar bro, kemarin aku udah mulai sms-an sama Naomi”
“kau hebat ya, baru kemarin di omongin besoknya udah dapat aja gebetan, Hoki banget emang”
“ya begitulah bro, kalau emang udah jalannya kan gak akan salah lagi..”
lalu tiba-tiba aku teringat dengan perempuan yang tadi ku senggol lalu aku menanyakan hal itu pada Jonny “o iya,tadi aku bertemu dengan seorang perempuan tapi kayaknya aku belum pernah melihat dia, dia kelas XI – D, walaupun kelasku dekat dengan kelas itu tapi aku sama sekali tidak tau perempuan itu, apa kau tau siapa dia?”
 lalu dia menjawab “katamu kelas XI – D ya? Mungkin kau baru saja menemui seorang anak baru murid pindahan dari SMA Tanggerang itu”
“anak baru? Oh,jadi di sekolah kita beneran ada anak baru?”
“kau sepetinya ketinggalan informasi, memang dari dulu sudah ada kabarnya kalau sekolah kita akan ada murid baru”
“oh, baguslah kalau begitu, tadi pagi aku baru saja menyenggolnya, tapi semoga saja dengan adanya dia aku bisa memiliki seorang pacar”
tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi, akupun pamit kepada Jonny “eh,udah bel tuh, aku ke kelas dulu ya”
dan Jonny menjawab “ya semangat ya bro, untuk Bio yang sedang bermimpi!”.

            Saat di kelas, teman-teman kelasku yang lain sibuk membicarakan anak baru itu, “eh,apa kau sudah bertemu anak baru itu?”
“yah,belum nih, yang mana sih orangnya?”
“dia ada di kelas XI – D, gila,dia cakep banget, wajahnya imut sekali, kulitnya putih, berambut hitam yang panjang dan lurus, dan senyumannya begitu menawan, membuatku begitu mempesona! Dia perempuan yang sempurna dan itulah yang membuatku menyukai dirinya!”
“aneh sekali, rambutnya hitam panjang dan kulitnya putih? Apa yang kau maksud itu hantu yang selalu berada di atas pohon beringin?”
“heh.. bukanlah, yang kumaksud adalah si anak baru itu, dan juga sudah ku duga kalau anak baru itu pasti seorang perempuan dan bersiaplah kalian semua karena dia akan menjadi pacarku”
“gayamu lah! Rasa percaya dirimu begitu berlebihan!”
saat mereka sedang membicarakan si anak baru itu, aku hanya menjadi si pendengar yang baik saja disini, seenggaknya mereka jadi tidak mengejekku kali ini karena terlalu sibuk membicarakan itu.

            Ketika aku ada dikantin, aku tidak melihat ada Jonny disini, mungkin dia sedang bersama Naomi di ruang lapangan basket, dan tiba-tiba perempuan yang tadi pagi ku senggol mendatangiku dan duduk disebelahku, lalu dia menyapa “Hai! o iya terima kasih ya buat yang tadi pagi, boleh aku ikut makan disini?”
lalu aku menjawab “o iya, boleh kok boleh, ngomong-ngomong kamu murid baru ya disekolah ini?”
“iya, ini hari pertamaku disekolah ini, sebelumnya aku dari SMA 1 Tanggerang”
“apa yang membuatmu bisa berada disekolah yang buruk ini?”
“kenapa kamu berkata seperti itu? Apakah sekolah ini buruk untukmu?”
“ya bisa dibilang begitu..”
“aku dan orang tua ku pindah kesini, dan karena disini terdapat sekolah SMA jadi aku pindah sekolah juga kesini..”
“oh begitu.. kalau aku boleh tau.. siapa namamu?”
“o iya,kita belum berkenalan ya?, kenalkan aku Cindy Akshara, panggil saja aku Cindy”
diapun memberi tangannya dan mengajak berjabat tangan, aku berjabat tangan dengannya sambil mengenalkan namaku “namaku Bio Setiawan, panggil saja Bio.. ya meskipun orang-orang disini mengejekku Yaoi..”
“Yaoi?? Hahahaa…” dia tertawa keras
aku bingung dan bertanya padanya “kenapa kau malah tertawa?”
dia menjawab “lucu saja, Yaoi itukan artinya..”
dengan cepat aku memotong bicaranya “sudah cukup ya aku sudah tau”
lalu dia kembali melanjutkan bicaranya “iya, masa temanmu ngejekmu seperti itu? Itu keterlaluan sekali”
“ya begitulah murid-murid si sekolah ini.. mereka betul-betul egois..”
“menurutku juga seperti itu, di kelasku banyak laki-laki yang mendekatiku dan itu sangat menggangguku..”
“iya,begitulah, selamat datang disekolah ini”
“hahaha.. tapi aku rasa kamu berbeda dengan mereka, ya mungkin kamu sedikit lebih ramah dari mereka”
“o iya,jarang-jarang juga seorang perempuan mau berteman dengan laki-laki sepertiku, lalu kenapa kau begitu?”
“aku hanya ingin berteman dengan semua orang yang berada disini, bukankah kalau punya banyak teman itu menyenangkan?”
“iya juga tapi berbeda kalau kau memiliki teman yang buruk..”
“memang sih, sepertinya kamu tidak punya teman ya di sekolah ini makanya bicaramu seperti itu..”
“tidak juga, aku hanya punya 1 teman yang sama denganku, tapi dia sedang PDKT dengan salah satu anggota Cheerleaders”
“hmm.. kalau begitu aku mau menemanimu, lagipula kamulah orang pertama yang kukenal di sekolah ini”
“benarkah?”
“iya!”
“Ya baiklah kalau begitu, dan semoga saja dengan memiliki teman seorang perempuan aku sudah tidak dianggap Yaoi lagi”
“cukup berlebihan, tapi jika kamu sedang kesulitan, aku mau membantumu”
dan tiba-tiba bel tanda masuk kelas berbunyi lagi, lalu Cindy pamit kepadaku “oke, bel sudah berbunyi, aku pergi dulu ke kelas, terima kasih ya dan salam kenal”
dan aku hanya menjawab “iya, terima kasih juga”.

            Saat aku ingin ke kelas, tiba-tiba sekelompok orang menghadangku, aku bingung lalu bertanya pada orang itu, “maaf, aku mau lewat, ini ada apa ya?”
lalu seorang di antara mereka menjawab “hei, kau tadi dekat-dekat dengan Cindy di kantin ya?”
aku bingung dan hanya menjawab “iya, memangnya ada apa?”
“kau tau, kalau kau mendekatinya, kau ada berurusan denganku”
“lha, kenapa? Lagipula memang Cindy kenal denganmu?”
“eh,jangan banyak..” saat dia sedang bicara tiba-tiba guru lewat dan memotong bicaranya “hei,ini ngapain masih disini? Ayo cepat masuk kelas kalian!”
lalu akupun pergi dari hadapan mereka dan langsung menuju ke kelas.

            Bel pulang sudah berbunyi dan aku pergi menuju ruang lapangan basket untuk menemui Jonny, sampai disana aku bertemu dengan dia dan duduk di sampingnya sambil menyapa “hei Jon!”
dan dia membalas “oh,hei juga Bio, gimana kau sudah bertemu dengan anak baru itu?”
lalu aku menjawab “sudah,bahkan tadi aku bertemu dengannya di kantin lalu kami berdua ngobrol bareng”
“wah.. sepertinya kau sudah mulai mengejarku sekarang”
“o iya,lalu kau dengan Naomi bagaimana?”
“ya semakin baik, kau tau kenapa aku disini?”
“kenapa?”
“karena kami berdua akan pulang bareng, jadi aku menunggunya sampai selesai latihan”
“ya ya ya.. sekarang sudah sampai sejauh itu ya.. o iya, apa teman-teman dikelasmu masih mengejekmu?”
“sudah tidak,bahkan mereka kaget kenapa bisa seorang Yaoi bisa dekat dengan seorang perempuan yang cantik”
“ya berarti kau memang sudah hebatlah..”
“iyalah bro, itu juga karena nasihatmu kok, terima kasih ya!”
rasanya bisa membantu teman itu memang menyenangkan,lalu aku berpikir “bahkan seorang Yaoi yang sudah lama dibully sekarang dia bisa bangkit dari bully’an itu, kalau dia saja bisa aku juga pasti bisa, oke,akan aku buktikan!”. Karena aku ingin pulang akupun pamit kepada Jonny “Jon,aku pulang dulu ya!”
“iya, hati-hati”.

            Saat keluar gerbang sekolah, lalu aku melihat Cindy sedang duduk sendirian di pos dekat gerbang sekolah, karena dia sendirian  jadi aku menemaninya dan bertanya kepadanya “kok kamu daritadi belum pulang?”
dia menjawab “iya nih,lagi nungguin ayah aku katanya mau jemput tapi kayaknya telat”
“kalau gitu kenapa kamu tadi gak ke ruang lapangan basket aja? Disana tadi banyak orang, daripada kamu sendirian disini”
“iya juga, tapi aku gak tau dimana tempatnya, lagipula aku masih baru disini jadi agak ragu juga”
“oh iya benar juga, baiklah,karena kamu tadi yang nemenin aku dikantin jadi sekarang aku akan menemanimu disini”
“wah,makasih ya..”
dan setelah itu kami banyak membicarakan sesuatu hal, hanya untuk membuatnya tidak merasa bosan, karena pikirku “hanya dialah satu-satunya perempuan yang mau berteman denganku, itu sudah cukup menyenangkan bagiku, aku tidak akan membuat dia kecewa, aku juga harus bisa menjadi teman yang baik baginya”. Karena saking asyiknya kami ngobrol, sampai tidak terpikirkan kalau ayahnya Cindy sudah menunggu di depan gerbang sekolah, lalu dia pamit kepadaku dan pulang kerumahnya “Bio,aku pulang dulu ya, makasih udah mau nemenin aku, dadah!”.

           Akupun berjalan kaki pulang kerumah. Karena sampai kerumah aku tersenyum-senyum sendiri, ayahku heran dan bertanya padaku “kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Sudah seperti orang gila saja”
aku menjawab “tidak kok ‘yah, tadi ada kejadian lucu saja disekolah”
ayahku pun tidak percaya perkataanku dan berkata “ah masa? Kalau dilihat dari mukamu itu sih kayaknya kamu habis bertemu seorang perempuan ya? Udah jangan bohong ayah tau kok, dulu juga ayah bertemu ibumu saat masa SMA dulu”
“benarkah? Berarti ayah pacaran sama adik kelas ayah dong?”
“iya bisa dikatakan seperti itulah, tapi jangan terlalu jauh juga perbedaan umurnya, ayo kamu pasti sedang jatuh cinta kan sama teman kamu?”
mendengar ayahku berkata seperti itu aku jadi menyadari sesuatu “oh iya, aku memang merasa senang bertemu dengan dia,tapi kenapa aku gak merasa suka sama sekali ya? Sebenarnya rasanya jatuh cinta itu gimana sih?”
aku bertanya pada ayahku “ayah,memang rasanya jatuh cinta itu seperti apa?”
ayahku menjawab “setiap kamu bertemu dia, kamu pasti deg-deg’kan, selalu memikirkan dia bahkan sampai masuk kedalam mimpi, dan kadang juga kamu akan selalu merasa ingin bertemu dengannya, apa kamu seperti itu Bio?”
“tidak ada, semua yang ayah bilang tadi tidak aku rasakan, aku hanya merasa kalau bertemu dengan dia aku merasa senang karena dia sudah baik padaku”
“oh kalau begitu itu namanya rasa sayang,rasa sayang itu bukan hanya bisa diungkapkan pada seorang pacar saja, kepada temanmu atau sehabatmu juga bisa, itu artinya kamu sangat menyayangi temanmu itu”
“oh begitu ya..”
“sudahlah kamu masih SMA udah main cinta-cintaan”
“ya namanya juga masa muda ‘yah, suka sama teman sendiri itu wajar”
lalu akupun bercanda dan tertawa bersama dengan ayahku.

Chapter 4 Selesai , Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterimaJika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.