Sabtu, 21 Maret 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 2

Chapter 2 – Menjadi Yaoi


            Keesokkan harinya aku tetap sekolah seperti biasa dan ya, tetap ejekkan-ejekkan yang kemarin tetap saja terdengar, tapi aku santai saja berjalan menuju kelas, lagipula apa untungnya mereka mengejek seperti itu? Akupun tidak ingin berteman dengan mereka yang bermulut kasar seperti itu, lebih baik berteman dengan Jonny walaupun dia Homo tapi dia tidak mengejekku seperti ini, heh.. masa mereka kalah waras dengan seorang Homo.

            Saat aku berjalan menuju kelas, tiba-tiba aku bertemu dengan Jonny dan diapun langsung menyapaku, “Hai Bio! Bagaimana kabarmu?”
akupun menjawab “ya.. lebih baik karena aku memiliki teman sepertimu yang lebih baik ketimbang mereka..”
“terima kasih, Kau memang lelaki yang tampan”
“iih,apaan sih,sudahlah aku ke kelas dulu, duluan ya”
“oke Bio” .

            Di kelas pun tetap aku belajar seperti biasa, hari ini adalah jamnya guru BK untuk memberi konseling tentang masalah cinta, selagi dia bercerita ya aku hanya mendengarkannya, “ibu tau di masa-masa kalian remaja gini pasti udah mengalami suka sama suka, tapi gak apa-apa itu adalah hal yang wajar bukan hal yang canggung lagi”
salah satu temanku pun berkata “iya tuh bu,kayak si Bunga dia katanya suka sama Bastian dari kelas sebelah bu”
temanku yang bernama Bunga pun menjawab “apaan sih,gak jelas benget!”
guru pun kembali melanjutkan cerita “iya gak apa-apa, tapi ibu sarankan untuk jangan berpacaran dulu, karena pemikiran kalian tuh masih labil, masih berubah-rubah, contohnya kayak Bunga sekarang suka sama si ini paling besok beda lagi”
temanku yang lain pun berkata “iya bu udah kayak cinta buta aja ya bu,sama siapa aja suka”
“iya tuh bu,cinta itu memang buta, si Bio aja sukanya sama cowok bu, iih homo ya bu..”
guru menjawab “heh,gak boleh ngomong begitu,kamu gak boleh ngejek teman kamu sendiri”
“dia emang beneran homo bu, liat nih bu foto dia lagi ciuman sama cowok waktu main basket kemarin”
guru pun kembali berkata “heh, gak boleh bilang gitu keteman kamu, nanti teman kamu yang sakit hati..” , ibu guru dengan teman-teman kelasku pun tetap asik mengobrol, sementara aku ya aku hanya diam saja dan mengabaikan semua yang mereka katakan.

Bel istirahat sudah berbunyi, akupun bergegas pergi menuju kantin untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan, saat aku berjalan ke kantin aku tidak sengaja menabrak seseorang dari kelas dan ya nampaknya dia bersama pacar dan teman-temannya yang lain, lalu dia berkata kepada teman-teman di sekitarnya “eh liat deh ada Yaoi nih, iih.. jijik banget ya?!”
akupun hanya berdiam saja lalu dia berkata kepadaku  “heh, Yaoi.. gak ciuman lagi sama laki-laki?, haduh jijik banget deh..”
teman-teman di sekitarnya tertawa keras dan aku hanya menjawab “apaan sih?! Gak ada kerjaan ngejek orang mulu!”
dia kembali berkata keteman-temannya “lihat deh kasian banget tuh orang, udah jomblo homo lagi.. heh,orang mah berduaan sama perempuan bukan sama laki-laki,dasar Yaoi!”
aku menjawab “apa juga itu Yaoi? kalau aku jomblo ya terserah aku lah!” aku pun pergi meninggalkan mereka dan mereka hanya tertawa menertawaiku.

Sampai di kantin aku melihat Jonny sedang makan sendirian di meja, akupun langsung duduk di bangku dekatku sambil menyapa, “hei! sendirian saja”
diapun menjawab “hei juga bro, iya akupun sedang menunggumu”
“o iya nih Jonny, aku mau nanya, Yaoi itu apaan sih?”
“Yaoi itu bahasa jepang yang artinya tuh homo laki-laki dengan laki-laki, biasanya orang akan disebut Yaoi contohnya sepertimu yang sudah pernah mencium laki-laki”
“heh? Berarti aku udah dianggap seperti itu sama satu sekolah ini ya..”
“gak apa-apa Bio, aku juga begitu kok, walaupun aku belum pernah melakukan apa-apa pada seorang laki-laki”
“heh,kau kan nerima-nerima aja, kalau aku gaklah aku ini masih normal”
“normal? Emangnya ada perempuan di sekolah ini yang suka denganmu? Atau adakah perempuan disekolah ini yang kau sukai?”
“iya sih emang gak ada.. walaupun aku rajin olahraga tapi tetap aja tidak ada perempuan yang terpikat”
“ya makanya itu Bio, mending dengan aku aja”
“heh,cukup udah-udah aku bukan homo! bukan! Aku masih normal!” dan akupun meninggalkan Jonny
Jonny hanya berkata “lha, katanya kemarin mau ‘bekerjasama’, tapi sekarang malah kabur”.

Sudah saatnya pulang sekolah, akupun berjalan pulang kerumah sambil memikirkan sesuatu, “jadi selama ini aku dianggap homo beneran ya, kenapa harus begini, ditambah lagi aku berteman dengan Jonny, wah,bisa-bisa aku dianggap Yaoi beneran! Aduh jangan sampai terjadi.. o iya ngomong-ngomong kenapa Jonny bisa seperti itu ya? Apa karena hal yang sama sepertiku dia jadi seperti itu?”

Besoknya di sekolah aku langsung menemui Jonny, “hei, Jonny!”
dia berkata “oh,hai Bio ada apa?”
“o iya ada yang mau kutanyakan padamu!”
“apa itu?”
“kenapa kau bisa menjadi.. Yaoi seperti ini?”
“sudahlah seperti kau tidak tau saja,aku kan emang begitu..”
“iya aku tau,tapi kenapa? Masa dari lahir sudah seperti ini?”
“ya sebenarnya sih bukan juga, ya memang karena ejekan teman-teman juga yang membuatku seperti ini, lagipula memang aku sama sekali tidak menyukai wanita, dan kupikir ‘teman’ laki-laki itu lebih bagus”
“seperti yang aku duga, kalau begitu kenapa kau bertingkah seperti ini seakan-akan kau tak punya harapan lagi pada seorang perempuan?”
“habisnya perempuan itu selalu rumit, aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka inginkan, mereka selalu diminta untuk mengerti dirinya namun malah aku yang selalu dicampakkan, apa lagi jika mereka sedang datang bulan, semua-semua serba salah dimata mereka, perempuan itu selalu saja berpandangan negatif, aku sudah putus asa dengan perempuan! Maka dari itu aku berhenti untuk menyukai seorang perempuan dan lebih memilih seorang laki-laki karena hanya seorang laki-laki aku dapat mengerti diriku sendiri”
“oh,jadi begitu, apa kau tidak malu apa dirimu sendiri?! Kau setiap hari menjadi olok-olokan bagi orang lain! Lagipula cobalah buka pikiranmu itu! Aku yakin tidak semua perempuan seperti apa yang kau bayangkan! Contohnya saja ibumu Jonny!”
“ibuku berbeda Bio! Lagipula zaman ibuku dengan zaman sekarang sudah berbeda, sudah beda juga perempuan dulu dengan sekarang! Perempuan sekarang banyak dari mereka yang begitu egois! Mereka lebih menguntungkan diri mereka sendiri ketibang orang lain! Kau bisa lihat itukan Bio?!”
“tapi aku yakin Jonny! Kalau diluar sana pasti ada seorang perempuan yang akan menyayangimu tulus dari hatinya seperti apa yang kau inginkan! Ingatlah kasih sayang seorang perempuan itu lebih besar! Jadi jika disana terdapat seorang perempuan yang mencintaimu dengan tulus, pasti dia juga akan menyayangimu dengan kasih sayangnya yang besar itu Jonny!.. jadi aku sarankan padamu, janganlah putus asa, tetaplah yakin jika nanti kau akan mendapat perempuan yang sesuai dengan apa yang kau inginkan! Karena jika kau seperti ini itu sama saja kau memalukan dirimu sendiri, dan kenapa kau tidak berusaha membalikkan kata-kata mereka dibanding dengan menjadi seperti apa yang mereka katakan?!”
“ya sebenarnya aku mau seperti itu, tapi bagaimana caranya?..”
“kau harus buktikan kepada mereka kalau kau itu tidak serendah seperti apa yang mereka katakan! Lagipula asal kau tau saja, suka atau cinta itu tidak harus menjadi pacar, sebagai temanpun kau bisa mambagi kasih sayangmu kepada temanmu yang lain, maka dari itu jika kita lihat kenapa anak perempuan selalu berpelukkan satu dengan yang lain, itu karena mereka selalu membagi kasih sayang kepada temannya yang lain..” dan dalam hati aku berkata “ya walaupun rasa benci seorang perempuan juga lebih besar, tapi lebih baik aku tidak mengatakannya pada Jonny supaya dia kembali tidak Yaoi lagi”
saat aku sedang ngobrol dengan Jonny tiba-tiba seseorang lewat dan berkata “hei,lihat nih ada 2 Yaoi lagi deketan”
lalu seorang yang lain berkata “iih ternyata benar juga ya mitos di sekolah kita kalau di sekolah kita ada Yaoi”
“iih,jangan-jangan mereka mau melakukan ‘sesuatu’ lagi”
“udah ah jangan di ganggu biar mereka bisa seru ‘mainnya’ yuk kabur“ dan mereka pun pergi, melihat mereka pergi Jonny pun pergi ke kelasnya tanpa melanjutkan obrolan.


Meskipun aku memang selalu di ejek seperti itu, tapi tetap aku tidak mau mengalah seperti Jonny, setiap orang memiliki harga dirinya masing-masing, dan harga diri seseorang tidak boleh di injak-injak, itu sama saja mereka melanggar hak seseorang, namun aku tidak menganggap kalau ini salah satu pencemaran nama baik, cukup tutup mulut saja dan biarkan mereka mengoceh seenaknya sampai mereka kenyang dan tak bisa bergerak lagi karena kekenyangan.

1 komentar: