Bio
Setiawan, ya itulah namaku, aku seorang murid kelas XI – B di SMA 1 Sukajaya.
Hobi ku di sekolah ini adalah berolahraga dan salah satunya aku suka main
basket, aku suka melakukan drible lalu mencetak angka, ya memang basket
olahraga paling seru dan paling menyenangkan, selain bermain basket juga kadang
aku suka melakukan jogging sambil mendengarkan lagu yang ku suka.
Karena sering bermain basket terkadang aku sampai lupa
dengan aktivitasku bahkan aku sampai lupa kalau aku belum memiliki seorang perempuan
untuk dijadikan pasangan atau pacar seperti teman-temanku, ya lagipula aku juga
tidak terlalu menyukai perempuan karena olahragalah yang selalu membuatku
senang, dan karena olahraga inilah aku punya banyak teman, ya walaupun sebagian
dari mereka sering bersikap kasar layaknya anak nakal, tapi aku santai saja.
Hari ini aku ada pertandingan dengan sekolah lain dan
disinilah aku sangat bersemangat, semangatku begitu bermembara! akupun sudah
banyak mencetak angka dan aku tak sabar untuk menang, karena aku terlalu asik
men-drible bola tanpa ku sadar kakiku tersandung dan menabrak seorang murid
dari sekolah lain, aku terjatuh kelantai bersama orang itu yang terbaring
dilantai, dan tak sengaja mulutku menempel pada bibirnya, rasanya seperti
mencium seorang laki-laki menjijikan sekali, karena kejadian itu temanku ada
yang berkata “hei,romantis sekali ciumanmu itu”
“iya wah jangan-jangan kau itu Yaoi ya?”
“heh?! apa itu Yaoi?”
“Yaoi itu sebutan untuk orang yang homo”
“nah,benar juga jangan-jangan kau homo ya? Iih!! Dasar Yaoi!”
semua temanku pun ikut mengejek seperti itu padaku, ya jelas aku sangat malu apalagi ini dilihat oleh sekolah lain, aku berusaha menjelaskan “hei,tadi itu hanya kecelakaan, aku tak sengaja!”
“iyakah? Sudahlah,kami sudah memotretnya! sudah jelaskan,Yaoi!”
merekapun tertawa begitu keras, karena aku malu berada dilapangan yang ditonton oleh banyak orang, akupun lari menuju pintu keluar sambil menahan malu karena ejekan-ejekan tersebut.
“iya wah jangan-jangan kau itu Yaoi ya?”
“heh?! apa itu Yaoi?”
“Yaoi itu sebutan untuk orang yang homo”
“nah,benar juga jangan-jangan kau homo ya? Iih!! Dasar Yaoi!”
semua temanku pun ikut mengejek seperti itu padaku, ya jelas aku sangat malu apalagi ini dilihat oleh sekolah lain, aku berusaha menjelaskan “hei,tadi itu hanya kecelakaan, aku tak sengaja!”
“iyakah? Sudahlah,kami sudah memotretnya! sudah jelaskan,Yaoi!”
merekapun tertawa begitu keras, karena aku malu berada dilapangan yang ditonton oleh banyak orang, akupun lari menuju pintu keluar sambil menahan malu karena ejekan-ejekan tersebut.
Di hari sekolah biasa pun, mereka tetap saja mengejekku
dengan kata ‘Yaoi!’, entah apalah itu, saat aku sedang berjalan menuju kelas
tak sengaja aku mendengar orang disebelahku berbicara, “hei,apakah kau sudah
melihat mading?”
“emang ada berita apa?”
“lihat saja,ada foto Bio yang sangat menjijikan saat pertandingan basket kemarin”
“benarkah? Ayo temeni aku kesana”
karena penasaran aku pun bergegas menuju mading, dan setelah aku melihat mading aku sangat kaget karena terdapat fotoku sedang mencium seorang laki-laki dari pertandingan basket kemarin, itu sangat membuatku malu ditambah lagi dengan ejekan dari teman disebelahku, “hei,lihat! Bukankah dia si Yaoi itu?”
“wah,iya benar juga hei Yaoi! ngapain kau disini?”
akupun hanya berkata “apalah yang kalian katakan ini, aku sama sekali tidak mengerti”
“wah,menjauh ah,aku takut dekat-dekat dengan Yaoi, ntar aku malah diapa-apain lagi, iih ngeri kabur ah!”
dan semua orang yang berada di sekitar mading ini pun kabur meninggalkan mading ini.
“emang ada berita apa?”
“lihat saja,ada foto Bio yang sangat menjijikan saat pertandingan basket kemarin”
“benarkah? Ayo temeni aku kesana”
karena penasaran aku pun bergegas menuju mading, dan setelah aku melihat mading aku sangat kaget karena terdapat fotoku sedang mencium seorang laki-laki dari pertandingan basket kemarin, itu sangat membuatku malu ditambah lagi dengan ejekan dari teman disebelahku, “hei,lihat! Bukankah dia si Yaoi itu?”
“wah,iya benar juga hei Yaoi! ngapain kau disini?”
akupun hanya berkata “apalah yang kalian katakan ini, aku sama sekali tidak mengerti”
“wah,menjauh ah,aku takut dekat-dekat dengan Yaoi, ntar aku malah diapa-apain lagi, iih ngeri kabur ah!”
dan semua orang yang berada di sekitar mading ini pun kabur meninggalkan mading ini.
Di kelas juga aku jadi duduk dibangku paling belakang, dan tetap saja temanku ada yang mengejek , “hei,lihat tuh di Yaoi lagi sendirian dibelakang”
“melakukan ciuman dengan seorang laki-laki, iih aku tak bisa bayangkan apa yang dirasakan laki-laki yang dicium olehnya itu”
dan mereka pun menertawaiku , karena kesal aku pergi keluar kelas dan menuju kantin.
Aku pergi ke kantin dan mencari tempat sepi supaya tidak ada orang yang mengejekku, karena akupun sudah muak dengan ejekkan-ejekkan mereka, saat aku makan pun tiba-tiba seseorang menghampiriku , akupun bertanya kepadanya dengan nada kesal “mau ngapain kau disini? Mau ngejek aku lagi?”
diapun balik bertanya “kau si Yaoi itu kan?”
“bukan!”
“tapi semua orang disekolah ini menyebutmu seperti itu”
“tak usah pedulikan omong kosong mereka!”
“tak apa, jangan sedih gitu, kalau kau sendirian begini, aku mau kok nemenanimu..”
“iih,apaan sih?!”
lalu akupun lari menuju kamar mandi dan sepertinya si ‘Homo’ itupun mengikutiku.
Saat aku masuk ke kamar mandi laki-laki semua yang ada didalam kaget melihatku dan kabur sambil berkata “wah,ada Yaoi! Kabur ah,aku takut di ajak humu-humuan”
akupun mendekati washtafel dan mencuci wajah sambil berkata, “ada apa sih dengan semua orang disekolah ini?! Apa mereka semua sedang tidak waras?! Gak ada yang satupun normal disekolah ini!”
saat aku sedang cuci muka pun tiba-tiba si Homo mendatangiku dengan diam-diam, “kamu ada masalah apa senpai?”
aku dengan terkejut sambil berkata “ya ampun,daritadi ngikutin aku mulu udah kayak bebek aja”
“sudahlah, kalau punya masalah jangan disimpan dalam hati, sini biar aku dengerin, senpai yang tampan!”
aku pun bicara dalam hati “heh? Kenapa dia jadi tergiur denganku? Kalau gini bisa gawat, cari alasan buat keluar deh”
dan akupun berkata “eh,kayaknya bel masuk udah bunyi tuh,aku masuk kelas dulu”
“senpai! Kenapa kau begitu jahat padaku?” katanya, akupun kabur darinya.
Masuk ke kelas pun tetap saja dengan situasi yang sama, teman-temanku menjauhiku karena hal yang.. gitu deh, bukan hanya teman kelas yang laki-laki aja yang ngejek seperti itu, teman kelas yang perempuan juga sudah mulai curiga denganku. Karena jam pelajaran ini kosong, teman sekelas pun begitu santai, ya karena aku lelah, akupun tidur dan aku bermimpi seperti nyata, aku bermimpi disekolah ini seorang perempuan sepertinya dia anak baru, dia berjalan dan aku mengikutinya dan tanpa sadar aku terjatuh karena tersandung, dia melihat aku sedang terjatuh dan membantuku untuk berdiri sambil berkata “apa kamu gak apa-apa?” , entah kenapa perasaanku disaat itu jadi senang sekali.
Lalu tiba-tiba aku terbangun oleh suara gaduh dari teman-teman kelas, dan ya aku sadari perempuan tadi hanyalah mimpi, saat aku terbangun aku heran kenapa teman yang duduk disampingku tertawa, aku meraba wajahku dan terdapat bekas tinta, ternyata wajahku di coret-coret oleh teman-teman kelas, karena kesal akupun langsung berlari menuju kamar mandi dan tetap saja ada si Homo yang berdiri disana, lalu akupun bertanya sambil mencuci wajah bekas tinta “sedang apa kau disini? Daritadi tidak masuk kelas”
dia menjawab “aku sedang menunggumu, aku tau kau selalu sendirian jadi aku mau nemeninmu”
mendengar perkataannya akupun berpikir “mungkin hanya dia sekarang yang mau jadi temanku disekolah ini..”
lalu akupun bertanya “apa kau mempunyai teman disekolah ini?”
dia menjawab “tidak ada, aku hanya sendirian aja disekolah ini”
“apa kau juga diejek oleh mereka?”
“iya, dan itulah mengapa aku seperti ini, aku putus asa dan memilih untuk menyukai sesamaku, sudahlah kau dan aku itu sama, yaitu sama-sama dibully oleh mereka, jadi ayo ‘berkerjasamalah’ kita berdua”
mendengar itupun aku berpikir “kayaknya memang hanya dia sekarang temanku disini, dibanding dengan mereka semua yang egois dan selalu mengejek orang lain, lebih baik aku berteman dengan si Homo ini daripada memiliki teman seperti mereka”
akupun berkata “baiklah,aku mau berteman denganmu”
“apa?! Apa kau itu serius, senpai?”
“sudahlah jangan panggil aku senpai terus,namaku Bio Setiawan,panggil saja Bio”
“oke, kalau aku Jonny Iskandar, panggil saja Jonny”
dan setelah itu aku jadi berteman dengan seorang Homo, dan ya mungkin selama dia tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, aku bisa tetap berteman dengannya, karena hanya dialah yang mengerti aku disini saat ini.

Ngakak :v true story? :v
BalasHapustrue story ane waktu masih SD itu :v
Hapus