Rabu, 01 April 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Chapter 4

Chapter 4 – Cindy, si anak baru



            Pagi ini aku telat bangun pagi tidak seperti biasanya, maka dari itu aku cepat-cepat berangkat ke sekolah supaya gerbang sekolah tidak ditutup, namun didekat gerbang sekolah karena aku berlari tanpa sengaja aku menyenggol bahu seorang perempuan dan akupun terjatuh karena kakiku tersandung, disaat seperti ini aku berpikir “tersandung lagi? Tapi syukur tak ada seorang laki-laki yang ikut jatuh bersamaku seperti waktu itu”
dan akupun sadar kalau aku baru saja menyenggol bahu seorang perempuan, aku langsung berdiri dan meminta maaf padanya “o iya,maaf aku menyenggolmu tadi karena ku pikir aku sudah telat”
dan dia menjawab “iya gak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu karena kamu sampai jatuh tadi.. apa yang tadi kamu bilang? Sudah telat? Memangnya kamu selalu berangkat jam berapa?”
“ehmm.. jam setengah 7 karena rumahku jaraknya dekat dengan sekolah ini”
“oh,jam setengah 7, lihat nih jam tanganku sekarang jam berapa?”
lalu aku melihat jam tangannya dan aku terkejut “apa masih jam 6 kurang?! O iya,aku baru ingat aku kan mempercepat jam di kamarku..”
lalu dia berkata “haha.. kamu lucu sekali.. baiklah kalau begitu aku ke kelas dulu”
“ya baiklah”
dan tiba-tiba dia memanggilku lagi, “eh,tunggu dulu.. apa kamu bisa tunjukkan kepadaku dimana kelas XI – D?”
dan aku menjawab “oh,itu hanya naik tangga sekali lalu kau pergi ke arah kanan, kelas XI – D berada di paling ujung”
“oh,terima kasih ya”
“iya sama-sama” dan aku mulai berpikir “o iya,aku belum pernah melihat orang itu sebelumnya, dan dia juga cukup manis sih.. ah,sudahlah aku ke ruang lapangan basket saja”.

            Saat aku berada di ruang lapangan basket, di sini ternyata banyak juga murid lain yang sedang berolahraga, dan tentu saja ada Jonny yang sedang duduk di bangku penonton, lalu aku langsung datang kepadanya lalu menyapanya, “hei bro! sekarang udah gimana nih?”
lalu dia menjawab “ya udah mulai lancar bro, kemarin aku udah mulai sms-an sama Naomi”
“kau hebat ya, baru kemarin di omongin besoknya udah dapat aja gebetan, Hoki banget emang”
“ya begitulah bro, kalau emang udah jalannya kan gak akan salah lagi..”
lalu tiba-tiba aku teringat dengan perempuan yang tadi ku senggol lalu aku menanyakan hal itu pada Jonny “o iya,tadi aku bertemu dengan seorang perempuan tapi kayaknya aku belum pernah melihat dia, dia kelas XI – D, walaupun kelasku dekat dengan kelas itu tapi aku sama sekali tidak tau perempuan itu, apa kau tau siapa dia?”
 lalu dia menjawab “katamu kelas XI – D ya? Mungkin kau baru saja menemui seorang anak baru murid pindahan dari SMA Tanggerang itu”
“anak baru? Oh,jadi di sekolah kita beneran ada anak baru?”
“kau sepetinya ketinggalan informasi, memang dari dulu sudah ada kabarnya kalau sekolah kita akan ada murid baru”
“oh, baguslah kalau begitu, tadi pagi aku baru saja menyenggolnya, tapi semoga saja dengan adanya dia aku bisa memiliki seorang pacar”
tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi, akupun pamit kepada Jonny “eh,udah bel tuh, aku ke kelas dulu ya”
dan Jonny menjawab “ya semangat ya bro, untuk Bio yang sedang bermimpi!”.

            Saat di kelas, teman-teman kelasku yang lain sibuk membicarakan anak baru itu, “eh,apa kau sudah bertemu anak baru itu?”
“yah,belum nih, yang mana sih orangnya?”
“dia ada di kelas XI – D, gila,dia cakep banget, wajahnya imut sekali, kulitnya putih, berambut hitam yang panjang dan lurus, dan senyumannya begitu menawan, membuatku begitu mempesona! Dia perempuan yang sempurna dan itulah yang membuatku menyukai dirinya!”
“aneh sekali, rambutnya hitam panjang dan kulitnya putih? Apa yang kau maksud itu hantu yang selalu berada di atas pohon beringin?”
“heh.. bukanlah, yang kumaksud adalah si anak baru itu, dan juga sudah ku duga kalau anak baru itu pasti seorang perempuan dan bersiaplah kalian semua karena dia akan menjadi pacarku”
“gayamu lah! Rasa percaya dirimu begitu berlebihan!”
saat mereka sedang membicarakan si anak baru itu, aku hanya menjadi si pendengar yang baik saja disini, seenggaknya mereka jadi tidak mengejekku kali ini karena terlalu sibuk membicarakan itu.

            Ketika aku ada dikantin, aku tidak melihat ada Jonny disini, mungkin dia sedang bersama Naomi di ruang lapangan basket, dan tiba-tiba perempuan yang tadi pagi ku senggol mendatangiku dan duduk disebelahku, lalu dia menyapa “Hai! o iya terima kasih ya buat yang tadi pagi, boleh aku ikut makan disini?”
lalu aku menjawab “o iya, boleh kok boleh, ngomong-ngomong kamu murid baru ya disekolah ini?”
“iya, ini hari pertamaku disekolah ini, sebelumnya aku dari SMA 1 Tanggerang”
“apa yang membuatmu bisa berada disekolah yang buruk ini?”
“kenapa kamu berkata seperti itu? Apakah sekolah ini buruk untukmu?”
“ya bisa dibilang begitu..”
“aku dan orang tua ku pindah kesini, dan karena disini terdapat sekolah SMA jadi aku pindah sekolah juga kesini..”
“oh begitu.. kalau aku boleh tau.. siapa namamu?”
“o iya,kita belum berkenalan ya?, kenalkan aku Cindy Akshara, panggil saja aku Cindy”
diapun memberi tangannya dan mengajak berjabat tangan, aku berjabat tangan dengannya sambil mengenalkan namaku “namaku Bio Setiawan, panggil saja Bio.. ya meskipun orang-orang disini mengejekku Yaoi..”
“Yaoi?? Hahahaa…” dia tertawa keras
aku bingung dan bertanya padanya “kenapa kau malah tertawa?”
dia menjawab “lucu saja, Yaoi itukan artinya..”
dengan cepat aku memotong bicaranya “sudah cukup ya aku sudah tau”
lalu dia kembali melanjutkan bicaranya “iya, masa temanmu ngejekmu seperti itu? Itu keterlaluan sekali”
“ya begitulah murid-murid si sekolah ini.. mereka betul-betul egois..”
“menurutku juga seperti itu, di kelasku banyak laki-laki yang mendekatiku dan itu sangat menggangguku..”
“iya,begitulah, selamat datang disekolah ini”
“hahaha.. tapi aku rasa kamu berbeda dengan mereka, ya mungkin kamu sedikit lebih ramah dari mereka”
“o iya,jarang-jarang juga seorang perempuan mau berteman dengan laki-laki sepertiku, lalu kenapa kau begitu?”
“aku hanya ingin berteman dengan semua orang yang berada disini, bukankah kalau punya banyak teman itu menyenangkan?”
“iya juga tapi berbeda kalau kau memiliki teman yang buruk..”
“memang sih, sepertinya kamu tidak punya teman ya di sekolah ini makanya bicaramu seperti itu..”
“tidak juga, aku hanya punya 1 teman yang sama denganku, tapi dia sedang PDKT dengan salah satu anggota Cheerleaders”
“hmm.. kalau begitu aku mau menemanimu, lagipula kamulah orang pertama yang kukenal di sekolah ini”
“benarkah?”
“iya!”
“Ya baiklah kalau begitu, dan semoga saja dengan memiliki teman seorang perempuan aku sudah tidak dianggap Yaoi lagi”
“cukup berlebihan, tapi jika kamu sedang kesulitan, aku mau membantumu”
dan tiba-tiba bel tanda masuk kelas berbunyi lagi, lalu Cindy pamit kepadaku “oke, bel sudah berbunyi, aku pergi dulu ke kelas, terima kasih ya dan salam kenal”
dan aku hanya menjawab “iya, terima kasih juga”.

            Saat aku ingin ke kelas, tiba-tiba sekelompok orang menghadangku, aku bingung lalu bertanya pada orang itu, “maaf, aku mau lewat, ini ada apa ya?”
lalu seorang di antara mereka menjawab “hei, kau tadi dekat-dekat dengan Cindy di kantin ya?”
aku bingung dan hanya menjawab “iya, memangnya ada apa?”
“kau tau, kalau kau mendekatinya, kau ada berurusan denganku”
“lha, kenapa? Lagipula memang Cindy kenal denganmu?”
“eh,jangan banyak..” saat dia sedang bicara tiba-tiba guru lewat dan memotong bicaranya “hei,ini ngapain masih disini? Ayo cepat masuk kelas kalian!”
lalu akupun pergi dari hadapan mereka dan langsung menuju ke kelas.

            Bel pulang sudah berbunyi dan aku pergi menuju ruang lapangan basket untuk menemui Jonny, sampai disana aku bertemu dengan dia dan duduk di sampingnya sambil menyapa “hei Jon!”
dan dia membalas “oh,hei juga Bio, gimana kau sudah bertemu dengan anak baru itu?”
lalu aku menjawab “sudah,bahkan tadi aku bertemu dengannya di kantin lalu kami berdua ngobrol bareng”
“wah.. sepertinya kau sudah mulai mengejarku sekarang”
“o iya,lalu kau dengan Naomi bagaimana?”
“ya semakin baik, kau tau kenapa aku disini?”
“kenapa?”
“karena kami berdua akan pulang bareng, jadi aku menunggunya sampai selesai latihan”
“ya ya ya.. sekarang sudah sampai sejauh itu ya.. o iya, apa teman-teman dikelasmu masih mengejekmu?”
“sudah tidak,bahkan mereka kaget kenapa bisa seorang Yaoi bisa dekat dengan seorang perempuan yang cantik”
“ya berarti kau memang sudah hebatlah..”
“iyalah bro, itu juga karena nasihatmu kok, terima kasih ya!”
rasanya bisa membantu teman itu memang menyenangkan,lalu aku berpikir “bahkan seorang Yaoi yang sudah lama dibully sekarang dia bisa bangkit dari bully’an itu, kalau dia saja bisa aku juga pasti bisa, oke,akan aku buktikan!”. Karena aku ingin pulang akupun pamit kepada Jonny “Jon,aku pulang dulu ya!”
“iya, hati-hati”.

            Saat keluar gerbang sekolah, lalu aku melihat Cindy sedang duduk sendirian di pos dekat gerbang sekolah, karena dia sendirian  jadi aku menemaninya dan bertanya kepadanya “kok kamu daritadi belum pulang?”
dia menjawab “iya nih,lagi nungguin ayah aku katanya mau jemput tapi kayaknya telat”
“kalau gitu kenapa kamu tadi gak ke ruang lapangan basket aja? Disana tadi banyak orang, daripada kamu sendirian disini”
“iya juga, tapi aku gak tau dimana tempatnya, lagipula aku masih baru disini jadi agak ragu juga”
“oh iya benar juga, baiklah,karena kamu tadi yang nemenin aku dikantin jadi sekarang aku akan menemanimu disini”
“wah,makasih ya..”
dan setelah itu kami banyak membicarakan sesuatu hal, hanya untuk membuatnya tidak merasa bosan, karena pikirku “hanya dialah satu-satunya perempuan yang mau berteman denganku, itu sudah cukup menyenangkan bagiku, aku tidak akan membuat dia kecewa, aku juga harus bisa menjadi teman yang baik baginya”. Karena saking asyiknya kami ngobrol, sampai tidak terpikirkan kalau ayahnya Cindy sudah menunggu di depan gerbang sekolah, lalu dia pamit kepadaku dan pulang kerumahnya “Bio,aku pulang dulu ya, makasih udah mau nemenin aku, dadah!”.

           Akupun berjalan kaki pulang kerumah. Karena sampai kerumah aku tersenyum-senyum sendiri, ayahku heran dan bertanya padaku “kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Sudah seperti orang gila saja”
aku menjawab “tidak kok ‘yah, tadi ada kejadian lucu saja disekolah”
ayahku pun tidak percaya perkataanku dan berkata “ah masa? Kalau dilihat dari mukamu itu sih kayaknya kamu habis bertemu seorang perempuan ya? Udah jangan bohong ayah tau kok, dulu juga ayah bertemu ibumu saat masa SMA dulu”
“benarkah? Berarti ayah pacaran sama adik kelas ayah dong?”
“iya bisa dikatakan seperti itulah, tapi jangan terlalu jauh juga perbedaan umurnya, ayo kamu pasti sedang jatuh cinta kan sama teman kamu?”
mendengar ayahku berkata seperti itu aku jadi menyadari sesuatu “oh iya, aku memang merasa senang bertemu dengan dia,tapi kenapa aku gak merasa suka sama sekali ya? Sebenarnya rasanya jatuh cinta itu gimana sih?”
aku bertanya pada ayahku “ayah,memang rasanya jatuh cinta itu seperti apa?”
ayahku menjawab “setiap kamu bertemu dia, kamu pasti deg-deg’kan, selalu memikirkan dia bahkan sampai masuk kedalam mimpi, dan kadang juga kamu akan selalu merasa ingin bertemu dengannya, apa kamu seperti itu Bio?”
“tidak ada, semua yang ayah bilang tadi tidak aku rasakan, aku hanya merasa kalau bertemu dengan dia aku merasa senang karena dia sudah baik padaku”
“oh kalau begitu itu namanya rasa sayang,rasa sayang itu bukan hanya bisa diungkapkan pada seorang pacar saja, kepada temanmu atau sehabatmu juga bisa, itu artinya kamu sangat menyayangi temanmu itu”
“oh begitu ya..”
“sudahlah kamu masih SMA udah main cinta-cintaan”
“ya namanya juga masa muda ‘yah, suka sama teman sendiri itu wajar”
lalu akupun bercanda dan tertawa bersama dengan ayahku.

Chapter 4 Selesai , Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterimaJika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar