Minggu, 05 April 2015

[Fanfict] Aku (Bukan) YAOI!! - Special Chapter 1,5

Special Chapter 1,5 – Disaat hujan



            Walaupun ceritaku sudah selesai, tapi ada beberapa hal yang tidak aku ceritakan disana. Saat ini aku sedang berada dirumah karena diluar sedang hujan deras, hujan ini mengingatkanku tentang sesuatu saat aku sedang berada disekolah, saat itu masih di hari Rabu dan aku masih disekolah karena hujan deras aku tidak bisa pulang dan aku berteduh disekolah, ya saat itu teman-teman masih menganggapku seorang Yaoi dan beginilah ceritanya.

            Karena disekolah sedang hujan aku masih berada disekolah bersama Jonny, aku berkata pada Jonny “Jon, apa yang biasa kau lakukan disekolah ini jika sedang hujan?”
dia menjawab “kalau aku membawa laptop, aku biasanya bermain laptop, o iya! Kan aku ada bawa psp portable ya” dia mengeluarkan psp nya dan memainkan suatu game “nah jadi ini Bio yang aku lakukan jika sedang terjebak disekolah karena hujan deras” dan Jonny lanjut bermain game. Sementara aku bingung apa yang akan aku lakukan, lalu aku berpikir “o iya, kenapa tidak ke Cindy saja ya, pastikan dia masih disini saat hujan deras” lalu aku pergi ke kelasnya Cindy.

            Saat aku kekelas Cindy aku melihatnya kelasnya kosong dan tidak ada satupun orang disana, aku bersama Jonny yang masih bermain game berjalan menuju kantin sekolah untuk mencari Cindy, namun dia tidak ada juga disana, lalu aku bertanya pada Jonny “Jon, apa kau tau dimana Cindy?”
Jonny menjawab “oh, jadi daritadi kita itu nyariin Cindy, wah tadi sih aku lihat dia sudah pulang duluan”
“pulang duluan, oh mungkin dia dijemput ayahnya”
“tidak, aku tidak melihat ada ayahnya, dia pulang hanya berjalan kaki saja”
“jalan kaki?! Kapan dia pulang?”
“ tadi sebelum hujannya deras”
lalu aku berpikir “sepertinya Cindy terjebak hujan diluar sana, dan ini hari rabu, biasanya ayahnya Cindy memang tidak menjemputnya dihari ini”, lalu aku berkata pada Jonny “Jon, kau pulang duluan saja ya, aku ingin melihat Cindy dulu”
Jonny menjawab “bolehkah? Tidak, kau saja yang duluan, hujan masih sangat deras, lagipula aku juga masih ingin bermain game kok”
aku pamit kepada Jonny “baiklah, aku duluan ya”
saat aku ingin berjalan tiba-tiba Jonny memanggilku “tunggu Bio! Kamu mau hujan-hujanan mencari Cindy?”
aku menjawab “tidak hari ini aku membawa motor, dan kebetulan di jok motorku ada dua jas hujan”
“oh begitu, baiklah hati-hati ya”
lalu aku meneruskan jalanku menuju lapangan parkir sekolah untuk mengambil motorku, aku menggunakan jas hujan lalu menghidupkan mesin motorku dan pergi keluar sekolah.

            Aku membawa pelan motorku sambil melihat sekeliling, siapa tau aku melihat Cindy sedang berteduh, saat aku melihat ke arah kanan, aku seperti melihat seorang perempuan, aku balik arah untuk melihat orang itu dan ternyata itu bukan Cindy, aku terus mencari dia lalu aku lihat ke arah depan sepertinya itu Cindy yang sedang berteduh, ternyata memang benar itu Cindy lalu aku berhenti didekatnya, aku membuka kaca helmku dan berkata padanya “hei Cindy, tidak seharusnya anak gadis berada ditempat ini”
Cindy balik berkata padaku “Bio? Kenapa kamu bisa tau aku ada disini? Lalu ini motor siapa?”
aku menjawab “aku sengaja mencari dirimu karena aku tau kau pasti terjebak hujan ini, o iya! Ini juga adalah motorku, memang aku jarang memakainya kesekolah” lalu aku mengeluarkan satu lagi jas hujan dan memberikannya pada Cindy “sudahlah, ayo pakai jas hujan ini, aku akan menghantarmu pulang, lihatlah pakaianmu sudah basah sekali”
lalu Cindy mengambil jas hujan yang aku berikan dan memakainya, lalu Cindy berkata padaku “Terima kasih ya Bio, kamu memang orang yang baik”
Cindy naik ke motorku lalu aku langsung membawanya menuju kerumahnya.

            Sampai dirumah Cindy aku berteduh sebentar dirumahnya, lalu ayahnya Cindy menemuiku dan berkata “kamu Bio ya?”
aku sedikit segan dan menjawab “iya om saya Bio temannya Cindy”
lalu ayahnya Cindy kembali berkata padaku “oh, kalau gitu ayo masuk aja, Cindy nya lagi mandi kok, bentar lagi juga selesai”
aku segan dan mencoba menolak tawarannya “gak usah gak apa-apa, saya bentar lagi juga pulang om, takutnya ngerepotin aja”
ayahnya Cindy kembali berkata padaku “eh, gak apa-apa ayo masuk aja, dingin gini nanti masuk angin lho”
karena ajakan dari ayahnya Cindy pun akhirnya aku menurut dan memasuki rumahnya Cindy.

            Di dalam rumahnya Cindy, ayahnya memberikanku teh manis dan mengajak aku ngobrol “terima kasih ya udah nganterin Cindy pulang, itu teh minum aja biar hangat diperut”
“iya om, sama-sama, terima kasih juga tehnya ya om” lalu aku meminum teh itu dan memang teh itu rasanya manis sekali, lalu aku kembali bertanya pada ayahnya Cindy “teh ini manis sekali, beda sekali dengan teh biasanya, kalau boleh tau ini teh apa om?”
ayahnya Cindy menjawab “itu teh buatan om sendiri, karena dulu om punya perkebunan teh, jadi om racik sendiri bahan-bahannya, gulanya juga bukan gula yang biasa, itu pakai gula batu”
“wah, om hebat juga bisa membuat teh seenak ini, serius ini enak sekali”
“hahaha.. biasa aja, itu juga karena tergantung dari daun tehnya saja”
lalu tak lama kemudian Cindy datang sambil menyisir rambutnya yang masih basah dan berkata “wah, ayah udah makin akrab aja nih sama temannya Cindy”
ayahnya membalas “iyalah, harus begitu”, lalu ayahnya kembali berkata pada Cindy “Cindy, maaf ya ayah tadi tidak menjemputmu, ayah belum pulang kerja tadi, ini saja ayah baru pulang dan tiba-tiba kamu langsung datang kerumah, maaf ya nak”
dan Cindy berkata pada ayahnya “gak apa-apa kok ayah, kan ada Bio!”
aku hanya diam karena malu dan tidak tau mau bicara apa, lalu ayahnya Cindy berkata padaku “iya, terima kasih ya Bio kamu udah nganterin Cindy, ya sudah kalian ngobrol saja, om mau istirahat dulu ya” lalu ayahnya Cindy pergi menuju kamarnya.

            Cindy membawakanku cemilan dan berkata padaku “ini kalau kamu mau ambil saja ya, o iya,terima kasih banget udah ngenterin aku, untung ada kamu kalau tidak mungkin belum pulang sampai sekarang”
aku menjawab “sama-sama, lagipula kau seharusnya tidak berterima kasih padaku saja, karena jika Jonny tidak memberitahuku kalau kau pulang duluan disaat hujan, mungkin aku juga tidak mencarimu dan mengantarmu pulang”
“oh kalau begitu, sampaikan rasa terima kasihku padanya juga ya, o iya, apa isi tasmu ada yang basah?”
“tadi sudah ku periksa dan tidak ada yang basah kok, kalau kamu bagaimana?”
“karena tasku anti air jadi bukuku aman-aman saja, yang basah tadi hanya pakaian sekolahku saja, dan lagipula aku langsung mandi jadi aku tidak akan masuk angin karena hujan” lalu Cindy kembali berkata padaku “o iya hampir lupa, maaf ya kalau rumahku masih berantakan soalnya aku juga baru pindah jadi masih bingung menata tempatnya”
“oh kamu baru pindah ya? Memangnya dulu kamu tinggal dimana?”
“di daerah tanggerang, aku pindah kesini karena ayahku juga memang bekerja disini”
“begitu ya, kemana ibu dan adikmu?”
“ibuku sedang memasak di dapur, kalau adikku sedang tidur dikamarku”
“o iya, Cindy boleh aku bertanya sesuatu?”
“boleh saja”
“kalau boleh ku tau apa saja hobimu yang sering kau lakukan?”
“hobi ya? Aku sih biasanya menari, tapi bukan menari seperti biasa, aku biasanya Cover Dance gitu dari lagu-lagu asia kayak jepang gitu, kalau kamu Bio, apa saja hobimu?”
“aku sih sukanya berolahraga, tapi selain itu juga kadang aku suka mengedit foto dan menonton kartun jepang gitu”
tak terasa karena lamanya kami mengobrol hujan pun reda, dan aku pamit pulang kepada Cindy “aku pulang dulu ya, bilang pada ayahmu terima kasih buat teh nya, itu sangat enak sekali”
Cindy menjawab “kamu tadi minum teh? Memang ayahku pecinta teh sejati.. oke, hati-hati dijalan Bio! Sampai bertemu besok ya! Dadah!”.

            Lalu aku menjalankan motorku dan berpikir “ternyata hujan itu tidak selamanya membuat orang lain menjadi sakit, itu karena hujan inilah aku bisa bermain kerumahnya Cindy, berkunjung kerumah orang yang disukai, itu memang it’s something sekali”. Dan akhirnya aku sampai dirumahku lalu aku parkirkan motorku lalu masuk kerumahku dengan perasaan yang sangat senang karena bisa bertemu dengan Cindy. Dan itulah masa-masa yang akan selalu kukenang jika nanti aku sudah lulus SMA.

Special Chapter 1,5 Selesai, Maaf jika cerita masih belum masuk akal dan masih banyak kesalahan, saran dan kritik diterima
Jika ada kesamaan nama, tokoh dan tempat saya mohon maaf karena cerita ini hanya fiksi belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar